Jumat, 13 September 2013

Wang Xiaoli/Yu Yang Bertemu Greysia/Nitya di Perempat Final China Masters

Ganda putri China, Wang Xiaoli (kiri)/Yu Yang, melakukan tos setelah meraih poin atas ganda Korea, Eom Hye-won/Jang ye-na, pada pertandingan final BWF World Championships 2013, di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Minggu (11/9/2013). | sports.sina.comCHANGZHOU, KOMPAS.com - Ganda putri terkuat dunia saat ini, Wang Xiaoli/Yu Yang, mengalahkan ganda Thailand, Savitree Amitrapai/Narissapat Lam, dengan straight game 21-17, 21-10, pada babak kedua Adidas China Masters Superseries 2013, di Changzhou, China, Kamis (12/9/2013).

Wang/Yu memulai pertandingan dengan kurang baik. Ganda andalan China tersebut tertinggal cukup jauh 6-10. Bermain lebih sabar, mereka bisa menyamakan poin 11 sama. Memanfaatkan performa Savitree/Narissapat yang mulai menurun, Wang/Yu berhasil menutup game pertama dengan 21-17.

Juara Dunia 2013 ini tak memberi kesempatan pada ganda muda Thailand untuk berkembang di game kedua. Bermain lebih cepat, mereka unggul 11-10, sebelum memenangi game ini dengan 21-10.

Melewati dua pertandingan, Wang/Yu belum kehilangan satu game pun pada turnamen ini. Kemenangan ini juga membawa Wang/Yu ke perempat final, bertemu ganda Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.


View the original article here

Pia/Rizki dan Greysia/Nitya ke Perempat Final China Masters

Ganda putri Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet (depan)/Rizki Amelia Pradipta, melakukan servis ke ganda Malaysia, Amelia Alicia Anscelly/Fie Cho Soong dari, pada babak kedua BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Rabu (7/8/2013). | badmintonindonesia.orgCHANGZHOU, KOMPAS.com - Ganda putri Indonesia, Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta, mengalahkan ganda Singapura, Shinta Mulia Sari/Lei Yao, di babak kedua Adidas China Masters Superseries 2013, di Changzhou, China, Kamis (12/9/2013). Pia/Rizki menang 21-18, 16-21,

Pia/Rizki memulai game pertama dengan baik. Ganda Indonesia ini berhasil mendominasi dan unggul 11-5 pada setengah game. Tak terkejar, mereka menyelesaikan game ini dengan 21-18.

Persaingan memanas di game kedua. Setelah kedudukan imbang 11 sama, Sari/Yao mempercepat tempo permainan, dan berhasil mengamakan game kedua dengan kemenangan 21-16.

Pia/Rizki kurang beruntung pada awal game ketiga dan tertinggal 2-6. Dengan memperbanyak smes, mereka berhasil menyamakan angka menjadi tujuh sama. Ganda Indonesia ini berbalik unggul 11-10 dan akhirnya menutup game dengan 21-17.

Kemenangan tersebut mengantar unggulan keempat ini ke perempat final, menyusul ganda Indonesia lainnya, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, yang lolos ke babak ini tanpa harus bertanding, menyusul mundurnya calon lawan mereka, Bao Yixin/Zhong Qianxin.


View the original article here

Bodi Ceper Suara Gahar, Speaker Bluetooth dari Sol Republik-Motorola

Speaker berkualitas suara stereo berukuran cukup ‘ceper’ atau berbentuk menipis mirip konsol PS Vita, menggelincir dari Sol Republik dan Motorola dinamai “Deck”.  Secara konsep penciptaannya berdisain relatif sporty begitu ramping, ringan (11,5 ons) serta mudah menyelip di dalam tas, kemanapun Anda pergi.


Deck adalah speaker nirkabel portabel yang menyajikan suara garing dan streo, terbungkus dalam set fitur yang baik serta dukungan jangkauan nirkabel yang luar biasa (cakupan jangkauan 300 meter). Hadir dalam 4 warna, kuning, merah, biru dan hitam.

Kelengkapan lainnya bagi pembeli adalah perangkat ...]]>

View the original article here

D-Link Hadirkan Rangkaian Produk SharePort Mobile Technology

D-Link International Pte Ltd, salah satu penyedia produk jaringan terbesar di dunia, hari ini mengumumkan rangkaian produk AC networking dengan SharePort™ Mobile Technology yang telah terintegrasi. Aplikasi SharePort™ Mobile dan web portal-nya melengkapi standar 802.11ac networking yang baru, sehingga pengguna pun dapat mengakses file multimedia maupun file pribadi mereka dengan kecepatan tinggi dari manapun berada, melalui perangkat USB storage yang terhubung ke router D-Link dengan SharePort™ Mobile.

Mr Jonathan Quek, Product Marketing Director, D-Link International Pte Ltd berkata, "Melihat semakin berkembangnya konektivitas nirkabel dan semakin banyaknya konsumsi multimedia. D-Link pun menyadari besarnya permintaan ...]]>

View the original article here

Ke Komodo Bersama Merry

kapalTampak dalam kapal Merry Makin. (Reynold Sumayku/NGI)

Merry menambah kecepatannya perlahan-lahan. Saya berdiri di atasnya, menentang angin, memandang ke depan, penuh antusiasme. Inilah saat yang telah saya tunggu-tunggu sejak lama: pergi ke “taman jurasik”, Taman Nasional Komodo, akhirnya menjadi nyata.

Sekaranglah saatnya, sebentar lagi, lihat nanti saat Merry yang putih dan cantik ini membawa saya merapat ke Loh Liang, gerbang taman nasional yang terletak di Pulau Komodo. Bahkan kedatangan saya untuk pertama kali ini dengan cara yang tak terpikirkan.

Bagaimana tidak. Merry adalah kapal pesiar mewah. Ia membawa rombongan undangan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata berlayar sejak dari Labuan Bajo di ujung barat Pulau Flores, yang baru kami tinggalkan di belakang. Sebenarnya, kalau mau nyaman dan mewah, kapasitas kapal ini hanyalah delapan orang, sesuai kapasitas saat bermalam,” jelas seorang awak.

kapalRuang kemudi di kapal Merry Makin. (Reynold Sumayku/NGI)

Namun, untuk rombongan 40-an orang ini pun kemewahan Merry masih terasa. Tempat favorit saya adalah geladak di bagian atas, di mana pemandangan dapat leluasa dinikmati ke segala arah.

Tak seberapa lama lagi kami merapat ke dermaga Loh Liang. Daratan Pulau Komodo yang terhampar di depan kami tampak kelam dinaungi langit kelabu yang perlahan-lahan menjadi semakin gelap. Hujan segera turun.

“Awas, hati-hati! Jangan berjalan sendirian memisahkan diri dari rombongan,” begitu kata para petugas Balai Taman Nasional Komodo yang menemani kami dalam iring-iringan menempuh hujan gerimis. Di saat lebih dari 40 orang berjalan bersama di kawasan taman nasional dalam iring-iringan mengular, sebagian di antaranya sambil mengobrol dan bercanda, ketika itu pulalah harapan untuk melihat lebih banyak satwa liar perlahan-lahan harus ditepis dari angan.

Bagaimanapun, sebagai predator penguasa pulau ini, komodo memang perlu diwaspadai. Alasannya mungkin tidak terlalu banyak, tapi semuanya mematikan: gigi-gigi komodo seperti gergaji melingkar dan bisa mengait, pemakan daging, bagus dalam akselerasi, dan kecepatan rata-rata puncaknya mencapai 60 kilometer per jam.

Satu hal lagi: pandai bersembunyi atau menyamarkan diri di hutan. Kalaupun ada sedikit titik lemah, itu adalah staminanya. “Kalau berlari terus, komodo akan kelelahan sendiri dan akhirnya berhenti,” ucap seorang petugas. Tapi siapa yang mau mengambil risiko adu lari?

Kasus-kasus serangan komodo yang diceritakan oleh para petugas telah cukup banyak. Ada seorang anak yang diserang ketika mengambil bola sepak yang ditendang oleh temannya. Ada petugas yang rupanya sudah ditunggu komodo dan digigit kakinya begitu turun dari tangga bangunan di sekitar pos taman nasional.

Ada pula penduduk sekitar yang diserang ketika tengah mengambil kayu bakar di hutan. Salah satu puncak bukit di bahkan dinamai sesuai nama seorang asing yang meninggal diserang komodo setelah memisahkan diri dari rombongannya, pada masa lalu.

Mengerikan? Saya pikir itu relatif. Mungkin itu justru salah satu daya tariknya. Lagipula kita tidak pergi ke tempat yang disebut-sebut “taman jurasik” ini sambil berharap menemukan satwa yang bisa dielus-elus, bukan?

Untuk pertahanan diri sekaligus melindungi pengunjung, para petugas taman nasional membekali diri dengan tongkat kayu sepanjang 2-2,5 meter yang di-buatkan cabang membentuk huruf V pada salah satu ujungnya. Seorang petugas mengatakan, salah satu ujung cabang tongkat itu didekatkan ke hidung komodo untuk mengusir.

Keesokan harinya, kami meng-arah ke Loh Buaya, Pulau Rinca, tetap dalam balutan kemewahan Merry Makin. Mohon maaf berulangkali menyebut Merry karena saya begitu terkesan dengannya, dibanding ketinting atau perahu cepat yang sering membawa saya yang tak bisa berenang ini ke sejumlah tempat.

Begitu mendarat di dermaga, monyet ekor panjang memberikan sambutan dari pepohonan mangrove di dekat dermaga. Tak lama setelah kami mulai mengayunkan langkah, segera terasa bahwa alam pulau ini lebih kering dibandingkan dengan Pulau Komodo.

Sabana tampak lebih dominan dan warnanya lebih kecokelatan. Satu hal lagi, menurut Jackson Benu—salah seorang petugas taman nasional—komodo di pulau ini lebih agresif. Karena itulah tak begitu mengherankan apabila salah satu pemandangan yang mencolok di Pos Rinca adalah tengkorak-tengkorak kerbau dan rusa yang dipajang berjajar di awal jalur.

komodo,pulau rinca,taman nasionalKomodo di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. (Reynold Sumayku/NGI)

Rusa, kerbau, dan babi hutan adalah satwa-satwa yang menjadi mangsa utama komodo di Rinca, namun perburuan yang terjadi bukanlah tipikal kejar dan sergap, melainkan tunggu dan sergap.

“Jika beradu lari dengan rusa terutama, komodo pasti kalah lincah,” jelas Jackson. “Karena itu biasanya komodo memanfaatkan kemampuannya bersembunyi dan menyamarkan diri, menunggu buruannya sampai berada dalam jarak yang cukup dekat untuk disergap.”

Dalam konteks taman nasional, komodo bukanlah semata soal kadal raksasa pemakan daging yang diyakini para peneliti masuk kategori purba. Komodo adalah kawasan yang juga meliputi tebing-tebing karst, habitat kelelawar di Pulau Kalong, pantai berpasir warna merah jambu yang disebut Pink Beach (tempat favorit untuk snorkeling), sabana-sabana yang cantik dan dari lautan tampak seolah-olah tak bertuan,  permukaan lautan, serta ekosistem terumbu karang di bawahnya yang kaya keanekaragaman hayati.

Senja itu, kami berdiri di geladak Merry, tak jauh dari Pulau Kalong. Tampak ribuan kelelawar terbang membentuk siluet berlatar semburat langit senja, meninggalkan sarang di pulau mangrove itu. Saya sempat mendengar salah satu rekan mempertimbangkan pilihan untuk tinggal lebih lama di Rinca. Ia ingin mengambil lebih banyak foto dan video. Bahkan saya yang sejak semula berniat memperlakukan diri sebagai turis—hanya berbekal satu kamera dan dua lensa—diam-diam tergiur.
(Reynold Sumayku. National Geographic Traveler Indonesia, November 2011)


View the original article here

Apple Akuisisi Perusahaan Layanan Peta Embark

Apple kembali mengakuisisi perusahaan peta lainnya, demi memperbaiki kinerja Apple Maps. Menurut Jessica Lessin, kali ini giliran Embark Inc., startup kecil di Sillicon Valley yang menghadirkan layanan pemetaan kendaraan umum.

Tidak diketahui berapa uang yang dikeluarkan Apple untuk mengakuisisi perusahaan ini, namun menurut Jessica Lessin, lewat informasi dari sumbernya, penyematan teknologi Embark ke Apple Maps secara langsung adalah salah satu bagian kesepakatan antara kedua belah pihak.

Aplikasi Embark sendiri sebelumnya tersedia hanya untuk iOS dan Android, tapi pasca akuisisi ini, aplikasinya untuk Android diketahui telah dicabut Apple.

Salah satu representasi Apple ...]]>

View the original article here

Ko Sung-hyun/Lee Yong-dae Mulus ke Perempat Final China Masters

Ganda putra Korea Selatan, Lee Yong-dae (kanan) dan Ko Sung-hyun, merayakan kemenangan atas pasangan Thailand, Maneepong Jongjit/ Nipitphon Puangpuapech, pada semifinal Piala Sudirman, Sabtu (25/5/2013). | LAI SENG SIN/APCHANGZHOU, KOMPAS.com - Ganda putra nomor satu dunia, Ko Sung-hyun/Lee Yong-dae, melaju mulus ke babak perempat final Adidas China Masters Superseries 2013, usai mengalahkan ganda muda China, Shi Longfei/Zhang Ningyi, dengan skor telak 21-6, 21-9, dalam waktu 22 menit, di Changzhou, China, Kamis (12/9/2013).

Diunggulkan di urutan teratas, Ko/Lee bermain dominan sejak awal pertandingan. Dengan smes-smes keras, mereka langsung melejit dan menutup game pertama dengan 21-6.

Pada game kedua, Shi/Zhang seperti mampu memberi perlawanan saat unggul 2-0. Tetapi, Ko/Lee terlalu tangguh bagi mereka. Terus menyerang, pasangan yang baru digabung setelah Olimpiade 2012 ini, kembali menang telak dengan 21-9.

Ko/Lee merupakan satu-satunya ganda Korea yang bisa melaju ke perempat final. Dua ganda Korea lainnya, Kim Ki-jung/Kim Sa-rang dan Shin Baek-choel/Yoo Yeon-seong, langsung terhenti di babak pertama.

Kim/Kim yang merupakan unggulan ketiga, kalah dari ganda China, Chai Biao/Hong Wei. Shin/Yoo yang merupakan unggulan keenam , kalah dari pemain non unggulan asal China, Li Junhui/Liu Yuchen.


View the original article here