Tampilkan postingan dengan label Bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

3 Bulan Berlayar, Kapal Tenaga Surya \"Buang Sauh\" di Sungai Seine

PARIS, KOMPAS.com - Kapal bertenaga matahari terbesar di dunia, sukses melintasi Samudera Atlantik, setelah berlayar selama tiga bulan. Kapal ini merapat di tepian Sungai Seine, Paris, Perancis, Selasa (10/9/2013).

Kapal Turanor PlanetSolar memiliki panjang 31 meter, bertolak dari Miami, Amerika Serikat pada Juni 2013. Martin Beniston, ahli klimatologi dan kepala Institut Universitas Geneva untuk Ilmu Lingkungan, memimpin ekspedisi ini.

Pelayaran menempuh rute ke arah timur, melintasi Samudera Atlantik. Selama perjalanan mereka mengambil sampel air dan mengukur perkembangan udara. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui lebih banyak tentang interaksi kompleks antara samudra dan atmosfer.

Kapal bernilai 20 juta dollar AS tersebut dipenuhi panel photovioltaic yang mengubah langsung energi dari sinar matahari menjadi energi listrik, untuk kemudian disimpan dalam batere lithium raksasa dan dipakai untuk menggerakkan kapal. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang kecepatan kapal selama berlayar yang menjelaskan waktu berlayar selama tiga bulan.

Editor : Palupi Annisa Auliani

View the original article here

Tiga Komet Akan Tampak pada Bulan November Nanti

Wajah komet ISON seperti dipotret teleskop Hubble pada 30 April 2013. | NASA/ESA
KOMPAS.com — Bulan November tahun 2013 nanti adalah saat yang tepat untuk berpesta mengamati langit. Ada tiga komet yang akan terlihat sepanjang bulan itu. Ini adalah sesuatu yang jarang terjadi.

Komet pertama yang bisa dilihat adalah komet ISON. Komet ini ditemukan pada tahun 2012 oleh Vitali Nevski dan Artyom Novichonok, astronom asal Rusia. Nama komet diambil dari fasilitas penemuannya, International Scientific Optical Network, ISON.

Komet ISON saat ini semakin dekat dengan Bumi. Berasal dari Awan Oort, pada 1 Oktober 2013 nanti, komet ISON sudah berada 10,4 juta kilometer dari Mars.

ISON akan bergerak menuju Matahari. Komet itu akan mencapai jarak terdekat dengan Matahari pada 28 November 2013. Komet yang telah dinanti kehadirannya sejak tahun lalu ini berpotensi bersinar terang, sama dengan kecerlangan Bulan Purnama.

Komet lain yang juga bisa dilihat adalah komet Encke. Berbeda dengan ISON, komet ini adalah komet yang secara periodik mengorbit Matahari setiap tiga tahun.

Komet Encke merupakan komet dengan periode orbit terpendek yang diketahui. Komet ini pertama kali terlihat lewat pengamatan Pierre Mechain pada tahun 1786. Namun, periode orbit komet baru diketahui pada tahun 1819 oleh Johann Franz Encke.

Komet terakhir yang bisa dilihat adalah komet C/2013 RI Lovejoy yang baru saja ditemukan oleh astronom amatir asal Australia, Terry Lovejoy, pada Senin (9/9/2013).

Ketiga komet akan terlihat dengan kecerlangan yang beragam. Sekitar tanggal 9 November 2013, ISON akan terlihat dengan magnitudo antara 6-7, Encke dengan magnitudo 6, serta Lovejoy 2013 masih redup dengan magnitudo 9.

Dengan magnitudo tersebut, pengamatan komet paling baik dilakukan dengan teleskop. Bagaimana? Siap menyambut kedatangan komet-komet itu?

Tak cuma terlihat, ketiga komet di atas juga akan menciptakan pemandangan menarik. Lovejoy, Encke, dan ISON beserta Mars dan Jupiter akan berada dalam satu garis lurus. Walaupun sulit, fenomena ini adalah kesempatan yang baik bagi penggemar astrofotografer untuk berlatih memotret.


View the original article here