Tampilkan postingan dengan label Dominasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dominasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Marquez dan Pedrosa Kembali Dominasi Latihan Bebas

Misano - Duo rider Honda kembali menempati posisi kedua di latihan bebas kedua GP San Marino. Setelah menguasai sesi pertama, Marc Marquez dan Daniel Pedrosa kembali menjadi yang tercepat di free practice II.

Di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Jumat (13/9/2013) malam WIB, Marquez menjadi yang tercepat dengan catatan waktu satu menit 34,200 detik.

Sementara itu, Pedrosa yang mencatatkan waktu 0,033 detik lebih lambat berada di posisi kedua. Pebalap tim Yamaha Valentino Rossi menempati posisi tiga dengan catatan sat menit 34,458 detik.

Jorge Lorenzo ada di posisi empat dengan catatan waktu satu menit 34,495 setik. Sementara itu Aleix Espargaro berada di belakang rider asal Yamaha itu dengan catatan waktu satu menit 34,732 detik.

Berturut-turut melengkapi peringkat 10 besar, yakni Alvaro Bautista, Michele Pirro, Andrea Dovizioso, Stefan Bradl, dan juga Cal Crutchlow.

Hasil Free Practice II MotoGP San Marino

No-Pebalap-Tim-Waktu

1. Marc Marquez Repsol Honda 1 menit 34,200 detik
2. Dani Pedrosa Repsol Honda 1 menit 34,233 detik
3. Valentino Rossi Yamaha 1 menit 34,458 detik
4. Jorge Lorenzo Yamaha 1 menit 34,495 detik
5. Aleix Espargaro Electronics Aspar 1 menit 34,732 detik
6. Alvaro Bautista Honda Gresini 1 menit 34,858 detik
7. Michele Pirro Pramac Racing Ducati 1 menit 34,889 detik
8. Andrea Dovizioso Ducati 1 menit 34,901 detik
9. Stefan Bradl LCR Honda 1 menit 35,107 detik
10. Cal Crutchlow Yamaha Tech 3 1 menit 35,208 detik
11. Andrea Iannone Pramac Racing Ducati 1 menit 35, 218 detik
12. Nicky Hayden Ducati 1 menit 35,431 detik
13. Danilo Petrucci Ioda Racing 1 menit 35,933 detik
14. Bradley Smith Yamaha Tech 3 1 menit 36,004 detik
15. Claudio Corti Forward Racing 1 menit 36,122 detik
16. Colin Edwards Forward Racing 1 menit 36,181 detik
17. Hector Barbera Avintia Blusens 1 menit 36,253 detik
18. Randy De Puniet Electronics Aspar 1 menit 36,283 detik
19. Hiroshi Aoyama Avintia Blusens 1 menit 36,646 detik
20. Karel Abraham Cardion AB Motoracing 1 menit 37,310 detik
21. Michael Laverty Paul Bird Motorsport 1 menit 37,334 detik
22. Yonny Hernandez Paul Bird Motorsport 1 menit 37,368 detik
23. Bryan Staring Honda Gresini 1 menit 37,722 detik
24. Lukas Pesek Ioda Racing 1 menit 38,962 detik
(cas/din)


View the original article here

Jumat, 13 September 2013

Ikan Invasif Dominasi Perairan Darat

Ikan aligator yang kepalanya mirip buaya, beberapa kali muncul di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Di kalangan pembudidaya ikan keramba jaring apung Jatiluhur, jenis ikan ini cukup besar dan galak serta pernah menggigit manusia. | KOMPAS/Dedi Muhtadi
JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai jenis spesies invasif mendominasi ekosistem-ekosistem perairan darat di Indonesia. Kondisi ini mengkhawatirkan dan perlu upaya pemerintah menghentikan introduksinya serta mengendalikan berbagai spesies yang telanjur masuk perairan.

Selain mengancam keberadaan spesies-spesies endemis atau asli perairan itu, kehadiran spesies invasif juga mengganggu perekonomian masyarakat pemanfaat sumber daya perikanan.

Gadis Sri Haryani, peneliti Pusat Limnologi LIPI, mengatakan, peneliti tak menyarankan introduksi ikan asing. ”Saran kami merevitalisasi populasi ikan asli,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Di Waduk Sermo, Yogyakarta, introduksi ikan merah (red devil) memangsa wader, mas, tawes, dan nila. Ikan mas dan nila termasuk ikan introduksi yang menjadi bagian ikan konsumsi di Indonesia. Ikan mas berasal dari China dan nila dari Afrika.

Sepuluh tahun sejak ikan itu diintroduksi, tangkapan warga menurun dan sekitar 75 persen tangkapan adalah red devil. Kini, spesies red devil mulai menyebar ke Cirata dan Jatiluhur.

Ikan nila (Oreochromis niloticus) dari Afrika, sejak 1969, yang dimasukkan ke Danau Laut Tawar Aceh mendesak populasi depik (Rasbora tawarensis), ikan endemis. Di Danau Ayamaru, Papua Barat, ikan mas (Cyprinus carpio) yang diintroduksi dari Jepang/China pun invasif, memangsa ikan pelangi (Melanotaenia ayamaruensis), endemis.

Di Kali Brantas, Jawa Timur, saat Arung Hayati Keanekaragaman Hayati 2013, Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menemukan 85 persen jenis ikan didominasi sapu-sapu dan nila. Ini mengalahkan spesies endemis, seperti ikan belida, tawes, keting, baung/rengkik, dan jendil.

Prigi Arisandi, Direktur Eksekutif Ecoton, yang dihubungi sedang menyusuri Brantas di ruas Tulungagung-Kediri, mengatakan, ikan sapu-sapu awalnya diintroduksi untuk mengurangi lumut di badan sungai. Perkembangannya justru tak terkendali.

”Kami berkonsultasi dengan para pakar dari perguruan tinggi untuk pengendalian atau penanganan,” kata Muhammad Ridwan, Kepala Pusat Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (ICH/KOMPAS CETAK)


View the original article here