Tampilkan postingan dengan label Protes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Protes. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Kartun Pesumo di Perancis Picu Protes Jepang

Seorang warga Jepang tengah membaca harian lokal yang memuat kartun di media Perancis, Kamis (12/9/2013). Kartun itu mempersoalkan pemilihan Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 dengan menampilkan kartun satire berlatar PLTN Fukushima yang mengalami kebocoran radioaktif setelah dihajar gempa dan tsunami pada 2011. | KAZUHIRO NOGI / AFPTOKYO, KOMPAS.com — Jepang memprotes kartun yang dimuat sebuah media cetak Perancis. Kali ini untuk kartun yang menggambarkan dua pesumo Jepang bertarung di depan pusat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang hancur. Serangkaian kartun muncul di Perancis, menyusul penetapan Tokyo, ibu kota Jepang, sebagai tuan rumah Olimpiade 2020.

Dikutip dari AP, Kamis (12/9/2013), Menteri Kabinet Yoshihide Suga mengatakan, Tokyo berniat mengajukan keberatan resmi kepada mingguan Le Canard Enchaine melalui Kedubes Jepang. Menurut Suga, kartun ini menghina dampak bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang pada Maret 2011 dan keliru menampilkan kondisi PLTN itu.

Kartun tersebut dimuat pada Rabu (11/9/2013). Digambarkan, dua pesumo yang masing-masing mempunyai tangan dan kaki ekstra panjang, sementara badan mereka kurus kering, bertarung di depan PLN Dai-ichi di Fukushima. Di bawah kartun sumo ini, digambarkan pula kartun lain yang memperlihatkan dua pekerja di depan sebuah kolam air mengenakan pakaian anti-radiasi nuklir.

Dalam kartun itu, kedua pekerja memegang alat penghitung radiasi Geiger. Mereka lalu berkata, fasilitas olahraga air sudah selesai dibangun di Fukushima.

PLTN Fukushima mengalami kebocoran yang tak kunjung tuntas, setelah gempa dahsyat diikuti tsunami menghajar Jepang pada Maret 2011. Kalangan internasional dibuat marah ketika pengelola PLTN mengalirkan air pendingin reaktor yang masih mengandung radioaktif ke lautan karena pertimbangan teknis.

Namun, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memberi jaminan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) bahwa kebocoran radioaktif tersebut masih "dalam kontrol". Jepang terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 dalam pemungutan suara pada Sabtu (7/9/2013), mengalahkan Istanbul dan Madrid yang juga menginginkan posisi itu.

Editor : Palupi Annisa Auliani

View the original article here

Jepang Protes Kartun Fukushima

fukushima,jepang,nuklirPembangkit Nukir Fukushima pasca-gempa dan tsunami Tohoku pada 2011. (Earthquake and Tsunami damage-Dai Ichi Power Plant, Japan/Wikimedia Commons)

Pemerintah Jepang memprotes sejumlah kartun di koran Prancis yang mengaitkan penunjukan Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 dengan krisis nuklir di Fukushima. Mingguan Le Canard Enchaine, menerbitkan kartun yang menggambarkan dua pegulat sumo dengan tubuh ringkih bersiap bertarung di depan pabrik nuklir yang rusak.

Di dalam kartun itu, tertera kalimat yang intinya mempertanyakan kelayakan penyelenggaraan Olimpiade 2020 di Jepang dengan kerusakan reaktor nuklir di Fukushima akibat gempa. Kartun lainnya menunjukkan dua orang berdiri di depan kolam air sambil mengenakan pakaian khusus antinuklir dan memegang alat penghitung, seraya mengatakan bahwa fasilitas olahraga air telah dibangun di Fukushima.

(Belajar dari Bencana: Perbedaan Sendai dan Aceh Pascatsunami)

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga, mengatakan, kartun-kartun yang diterbitkan media Prancis itu memberikan kesan yang salah tentang Jepang. Pemerintah Jepang, menurutnya, telah berulang kali menyatakan bahwa mereka telah mampu menangani kasus kebocoran reaktor nuklir Fukushima.

Sensitif
Mereka juga mengklaim mampu menangani persoalan air limbah yang diakibatkan kebocoran reaktor tersebut, sehingga seharusnya tidak mempengaruhi penyelenggaraan Olimpiade 2020 di Jepang.

Selama ini, Jepang bersikap sensitif terhadap opini - termasuk kartun - yang diungkapkan media asing tentang tragedi kemanusiaan akibat gempa dan tsunami yang melanda negeri itu. "Ini jenis kartun satir yang melukai para korban akibat bencana itu," kata Suga dalam jumpa pers, Kamis, seperti dimuat kantor berita AFP.

"Kartun ini memberikan kesan yang salah tentang penangananan masalah limbah air akibat bencana gempa," katanya.
(Sumber: bbc.co.uk/indonesia)


View the original article here