Tampilkan postingan dengan label Sirnas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sirnas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Hermansyah Lolos ke Final Djarum Sirnas

MEDAN, KOMPAS.com — Tunggal putra asal PB Jaya Raya, Hermansyah, akhirnya kembali berhasil menembus babak final Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2013. Setelah berhasil menjadi runner-up di Bandung, kini Hermansyah berpeluang untuk meraih gelar Djarum Sirnas pertamanya di GOR Serba Guna Medan.

Pada babak semifinal yang digelar Jumat (13/9/2013) sore, Hermansyah berhadapan dengan andalan PB Jaya Raya Suryanaga, Fauzi Adnan. Sempat tertinggal pada awal game pertama, Hermansyah akhirnya berhasil mengalahkan unggulan empat itu dengan dua game langsung 21-18 dan 21-19 hanya dalam tempo 34 menit.

“Saya mencoba bermain seperti sebelumnya, bermain lebih sabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang,” ujar Hermansyah.

Pada babak final, ia akan berhadapan dengan Febriyan Irvanaldy dari PB Hi Qua Wima yang menundukkan Gestano Ganendra dari PB Tangkas Specs juga dengan dua game langsung, 21-15 dan 21-15. Pertemuan final pada Sabtu (14/9/2013) yang akan digelar mulai pukul 13.00 WIB ini akan menjadi pertemuan keempat antara keduanya, skor sementara adalah 1-2, di mana dalam pertemuan terakhir, Hermansyah harus mengakui keunggulan Febriyan.

“Saya ingin membalas kekalahan saya dan menyeimbangkan head to head saya menjadi 2-2, tidak ada yang tidak mungkin,” pungkasnya.

Sedangkan di nomor taruna, Andika Rahmadhiansyah/Marsheilla Gischa Islami berhasil lolos ke partai final. Ganda campuran remaja wakil PB Djarum ini berhasil membalas kekalahan mereka di Astec Open pekan lalu dari pasangan Danang Dwi Septiadi/Syifa Fauziah asal PB Jaya Raya. Mereka hanya membutuhkan waktu 27 menit untuk menang 21-15 dan 21-15. Selanjutnya di final mereka sudah dinanti oleh Andre Suryo Prayogo/Yulfira Barkah dari PB Mutiara. (*/)


View the original article here

Jumat, 13 September 2013

Alamsyah Kalah di Djarum Sirnas

MEDAN, Kompas.com - Laga babak perempat final nomor tunggal dewasa putra Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Sumatera Utara Open 2013 berlangsung seru. 

Unggulan pertama sekaligus juara empat seri Djarum Sirnas berturut-turut di 2013, Alamsyah Yunus, akhirnya harus menghentikan kedigdayaannya di ajang yang memperebutkan hadiah total Rp 240 juta ini.

Menghadapi Hermansyah yang sudah sering ia kalahkan, Alamsyah bisa menang mudah 21-10 di game pertama. Di game kedua pun terlihat ia bisa mendominasi pertandingan, juara Malaysia Open Grand Prix Gold 2013 itu sempat memimpin 11-8 di interval, sayang, banyaknya kesalahan sendiri yang ia lakukan membuatnya kehilangan game kedua dengan 17-21.

Sementara di game pamungkas, Alamsyah langsung tertinggal 0-3, sempat menyamakan kedudukan di angka 9, Alamsyah kembali tertinggal jauh 9-11, sempat mencoba untuk mengejar ketertinggalan saat kedudukan 14-18. Namun, lagi-lagi kesalahan sendiri sekaligus permainan rally dan menyerang yang diperagakan oleh Hermansyah membuatnya kehilangan tiket ke semifinal dengan 19-21.

“Hari ini saya bermain jelek, banyak sekali kesalahan yang seharusnya tidak saya lakukan. Gampang mati sendiri, banyak bola out, belakangan ini main saya terasa jelek, padahal biasanya di Sirnas saya bisa juara, tadi juga stamina saya belum habis, tapi ya poinnya sudah habis,” ujar Alamsyah seusai laga.

Bagi Hermansyah sendiri, tentu kemenangan ini menjadi salah satu kemenangan yang ia nantikan. Ini kali pertama atlet asal PB Jaya Raya itu sukses membekuk atlet berperingkat 25 dunia itu. “Di game pertama saya telat start, banyak sekali bola ragu-ragu, di game kedua pun saya sempat tertinggal, tapi saya mencoba bermain lebih sabar karena saya sudah mengetahui permainan dia, memang harus siap capek lawan pemain rally dan ulet seperti Alamsyah,” ujar Hermansyah.

Hermansyah sendiri kini berpeluang besar untuk bisa menjadi juara Djarum Sirnas untuk pertama kalinya. Di Bandung pada bulan Mei lalu, Hermansyah harus puas di posisi kedua setelah di partai puncak ia kalah dari Senatria Agus Setia Putra dari PB SGS PLN. Namun, di Medan, Senatria pun sudah tersingkir di babak awal. Kendalanya kini adalah calon lawannya di babak semifinal besok (13/9), di mana Fauzi Adnan asal PB Jaya Raya Suryanaga sudah menantinya. Fauzi ke semifinal setelah mengalahkan Reksy Aureza Megananda dari PB Djarum dengan 21-11, 17-21, dan 21-9.

“Alamsyah, Fauzi, dan Senatria tipe permainannya mirip, melawan mereka saya harus siap capek,” pungkas Hermansyah.

Sementara babak semifinal lainnya di nomor ini akan mempertemukan Gestano Ganendra dari PB Tangkas Specs melawan Febriyan Irvanaldi dari PB Hi Qua Wima.  

Sementara itu, wakil tuan rumah di sektor tunggal anak-anak putri, Siti Fadillah, akhirnya memang harus terhenti di babak perempat final. Siti gagal mengatasi lawannya, Dinda Dwi Cahyaning dari PB Jaya Raya Metland, ia kalah 15-21 dan 6-21. (*/)


View the original article here