Tampilkan postingan dengan label mayor haristanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mayor haristanto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2013

Esquire, Yahoo ! dan Piala Dunia 2010Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comMestakung. Semesta mendukung. Anda kenal istilah ini ?Istilah ini dipopulerkan oleh Yohanes Surya, ilmuwan Indonesia yang banyak menelorkan anak-anak muda Indonesia berprestasi menggetarkan dalam lomba-lomba sains di tingkat dunia. Bahkan ia pula mencita-citakan lahirnya pemenang-pemenang Nobel dari
Pasoepati 2000, 2010 dan 2.0.Oleh : Bambang HaryantoPencetus Hari Suporter Nasional 12 Juli (2000)Pasoepati 2000. Halaman kantor redaksi Solopos, Jl. Slamet Riyadi, Solo. Jumat sore, 4 Agustus 2000. Belum genap berumur satu tahun umurnya, sore itu Pasoepati menggelar acara pemberian penghargaan Pasoepati Pinastika 2000. Untuk warga internal diterimakan kepada suku Tawon Endas (Nayu), suku Duta
2004 : Garuda Mencakar Malaysia. Kini Juga Bisa ?Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.comSekitar 500 suporter Indonesia. Terkepung rapat 55.000 suporter Singapura.Kami bertahan dengan "Indonesia Raya."Saat itu, saya bersama Mayor Haristanto, juga suporter timnas Indonesia lainnya berhimpun di pojok timur laut Stadion Kallang Singapura. Minggu, 16 Januari 2005. Final Piala Tiger

Kick Andy, Hari Suporter dan Jejak-Jejak Sejarah



Oleh : Bambang Haryanto


Email : humorliner (at) yahoo.com








"Saya suka mengamati contrail, aliran gas buang berwarna putih yang ditinggalkan oleh pesawat jet. Ia merupakan jejak sementara yang tergurat di pasir dan kemudian sinar matahari akan menghapusnya untuk selamanya.

Pergilah ke Montana dan mungkin Anda akan menemukan bekas-bekas jejak kaki dinosaurus yang tertoreh sejak ribuan

Kamis, 07 November 2013

Ayo Garuda, Cabik-Cabik Lagi Malaysia !


Oleh : Bambang HaryantoEmail : humorliner (at) yahoo.com



Semangat Garuda. Ini cerita nostalgia. Terbang kembali ke tahun 2005.

Saat itu Chan Yi Shen, wartawan koran utama Singapura, The Straits Times, bertanya kepada saya. Tentang peluang timnas Indonesia di leg ke-2 final Piala Tiger 2004.Saat itu posisi kita sudah kalah 1-3 di Jakarta pada leg pertama. Baru tiga menit, tendangan bebas