Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Hari/Trikus Lolos ke Final Kejuaraan Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra Indonesia, Harijanto Arbi/Tri Kusharjanto, lolos ke final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Senior BWF yang berlangsung di Ankara, Turki, Jumat (13/9/2013).

Hari/Trikus maju ke final dengan menyingkirkan ganda putra asal Jerman, Jan-Lennard Hay/Ingo Waltermann, dalam dua game 21-10, 21-15. Hari/Trikus menang cepat hanya dalam waktu 16 menit.

Pada babak final untuk kelompok usia 35 tahun ini, Hari dan Trikus yang sama-sama mantan pemain nasional ini akan menghadapi unggulan dua asal Inggris, Lee Clapham/Nick Ponting. Ponting/Clapham menyingkirkan Dharma Gunawi (Indonesia)/Juergen Koch (Austria) 22-20, 12-21, 21-18.

Di kelompok usia 50, mantan pemain nasional lainnya, Bobby Ertanto dan pasangannya Simbarsono, juga lolos ke final dengan menyingkirkan Jan Bertram Petersen/Jesper Kritter Tolman 21-19, 21-18.

Di final, Bobby yang pernah berpasangan dengan Christian Hadinata dan Liem Swie King akan menghadapi unggulan pertama, Morten Christensen/Martin Qvist Olesen.

Di kelompok usia 45, Hendry Saputra/Effendy Widjaja juga ke final menghadapi ganda Swedia, Patrik Bjorkler/Jens Olsson. Sementara di kelompok usia 40, Eddy Hartono yang berpasangan dengan pemain Filipina, Rudy Wijaya, akan menghadapi unggulan pertama Stefan Edvardsson/Joacim Fellenius dari Swedia.


View the original article here

Jumat, 13 September 2013

Hari/Trikus ke Semifinal Kejuaraan Dunia

JAKARTA, Kompas.com - Ganda Harijanto Arbi/Tri Kusharjanto lolos ke babak semifinal ganda putra KU 35 di kejuaraan dunia senior BWF di Ankara, Turki, Kamis (12/9/2013).

Hari/Trikus yang diunggulkan di tempat 3/4 maju ke semifinal setelah mengalahkan  ganda asal Denmark, Lars Klintrup/Rasmussen Morten Eilby dalam dua gim 21-7, 21-12.

Dengan hasil ini, pasangan Indonesia ini akan menghadapi ganda putera Jerman,  Jan-Lennard Hay/Ingo Waltermann di babak semifinal.

Di semifinal KU 35 lainnya,  pemain Indonesia lainnya, Dharma Gunawi yang berpasangan dengan Juergen Koch dari Jerman akan menghadapi unggulan 2 dari Inggris, Lee Clapham/Nick Ponting.

Indonesia juga meloloskan wakil di semifinal kelompok usia 40 yaitu Eddy Hartono yang berpasangan dengan pemain Indonesia yang kini bermukim di Filipina, Rudy Wijaya. Kempong/Rudy akan menghadapi ganda Rusia, Oleg Grigoryev/Vadim Nazarov.

Di usia 45, Hendry Saputra/Effendy Wijaya bertemu Milan Duvsund/Erik Soderberg, sementara di kelompok usia 50, Bobby Ertanto/Simbarsono Sutanto akan menghadapi ganda Denmark, Jan Bertram Petersen/Jesper Kritter Tolman.


View the original article here

Bidik Dunia Pendidikan, Apple Garap Halaman Situs Apple and Education

Upaya lain Apple buat merebut pasar edukasi adalah dengan menggarap aplikasi dan perangkatyang mendukung dunia pendidikan. Seperti berita yang dikutip dari Jim Dalrympale, Apple diketahui telah merilis laman Apple and Education yang baru, dengan desain yang diminimalisir dan lebih simpel.

“We believe that technology has the power to transform the classroom. It can pave new ways of thinking. New ways of sparking ideas. Yet the foundation never changes: A dedication to learning that’s always been part of our DNA. We’ve been proud to work alongside educators and students to reinvent what it means ...]]>

View the original article here

Nyaris Terlupakan, Monumen Perang Dunia Pertama di Cikopo

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTugu peringatan untuk mengenang Skuadron Jerman di Asia Timur yang binasa pada Pertempuran Falkland, kawasan kepulauan di Amerika Selatan, pada 1914. Didirikan oleh Emil Helfferich, seorang niagawan asal Jerman, pada 17 Oktober 1926 di Cikopo (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Pertempuran Falkland 8 Desember 1914 telah menorehkan sejarah sebagai pertempuran laut bebuyutan pada Perang Dunia Pertama. Lokasinya di Kepulauan Falkland, Amerika Selatan, atau kini bernama Malvinas.

Armada Inggris di bawah komando Laksamana Doveton Sturdee bergerak menyerang dengan sengit armada laut Jerman pimpinan Laksamana Muda Maximilian Reichsgraf von Spee, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Graff Spee. Dia merupakan komandan Skuadron Jerman di Asia Timur yang berbasis di Tsingtao, sebuah koloni Jerman di Cina.

Karena ancaman sekutu, Graff Spee dan skuadron lautnya berlayar menuju Amerika Selatan untuk bertempur dengan Inggris. Dalam Pertempuran Falkland, empat kapal perang Jerman tenggelam bersama dengan sekitar hampir dua ribu pelautnya. Malangnya, Graff Spee dan dua putranya turut binasa.

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTugu Peringatan untuk mengenang armada angkatan laut Jerman di bawah pimpinan Laksamana Muda Maximilian Graf von Spee pada Perang Dunia Pertama. Inggris mengalahkan Jerman pada Pertempuran Falkland 8 Desember 1914, yang juga membinasakan Spee (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

12 tahun setelah pertempuran, di sebuah tempat sunyi di lereng Pangrango, berdiri menjulang tugu putih bergaya bangunan Hindu yang dikelilingi oleh pohon beringin. Berlokasi di sebuah daerah dengan toponimi lama Arca Domas—kampung 800 arca! Konon, kawasan perbukitan ini dahulu merupakan situs keramat pada masa Kerajaan Pajajaran.

Di tugu setinggi sekitar tiga meter tersebut terpasang batu hitam dengan prasasti “DEM TAPFEREN DEUTSCH-OSTASIATISCHEN GESCHWADER 1914” atau dalam bahasa Indonesia “Skuadron Jerman-Asia Timur yang Berani 1914”. Prasasti itu juga berhias Salib Besi tanda jasa militer Jerman.

Sementara, di kaki tugu terukir nama yang mendirikannya, “ERRICHTET VON EMIL UND THEODOR HELFFERICH 1926”. Emil Helfferich (1878-1972) merupakan seorang niagawan asal Jerman yang berjejak di Batavia kali pertama pada 1903. Pernah berkantor di Toko Merah, sebuah rumah tinggalan Gubernur Jenderal Baron von Imhoff, di kawasan Kota Tua Jakarta. 

Emil adalah pemilik perkebunan teh di Cikopo yang juga memprakarsai pendirian perhimpunan warga Jerman di Hindia Belanda. Sementara saudaranya, Karl Theodor Helfferich (1872-1924) merupakan seorang politikus dan ekonom Jerman. Karl turut berperan dalam pengembangan kapal selam untuk kepentingan perdagangan, suatu kapal selam pelopor armada U-Boot yang kelak resmi beroperasi di Asia Tenggara pada 1944-1945

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanArca Ganesha di samping tugu peringatan Skuadron Jerman-Asia Timur di Cikopo. Emil Helfferich memesan arca Ganesha dan Buddha ke seorang perajin batu di pinggiran jalan raya Yogyakarta-Solo, sekitar Prambanan pada awal abad ke-20 (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Dua bersaudara itu mendirikan tugu di perbukitan Arca Domas lantaran daerah tersebut dahulu merupakan tempat suci bagi agama Hindu. Makna suci bagi orang Jawa tampaknya diadopsi oleh Emil untuk penghormatan bagi para pahlawan Jerman yang gugur di Falkland.

Di samping kanan tugu tersebut terdapat arca Ganesha lambang ilmu pengetahuan, sedangkan di sisi kirinya terdapat arca Siddharta Gautama yang duduk di atas teratai lambang ketenangan. Sebuah perpaduan simbol Hindu dan Buddha. Emil memesannya di sebuah perajin batu di pinggiran ruas jalan raya Yogyakarta dan Solo, sekitar Prambanan.

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanNisan Ob.Lt. Dr. Ing. H. Haake, awak kapal selam Jerman U-196. Serdadu ini tewas karena kapal selamnya meledak akibat ranjau laut di Selat Sunda pada akhir 1944. Pada 1943-1945 Jerman memiliki pangkalan kapal selam di Penang, Jakarta, dan Surabaya (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Hari Minggu, 17 Oktober 1926, jalanan di perkebunan teh milik Emil dilintasi konvoi 21 mobil yang mengangkut para serdadu angkatan laut Jerman. Kapal penjelajah mereka yang bernama Hamburg tengah singgah dan bersandar di Teluk Jakarta sejak dua hari sebelumnya.

Bersama para warga Jerman yang bermukim di Hindia Belanda, para serdadu itu menghadiri sebuah upacara peresmian tugu yang mengenang keberanian para pejuang Jerman yang gugur dalam Pertempuran Kepulauan Falkland itu. Sekitar dua tahun kemudian Emil kembali ke Jerman.

Perang Dunia Kedua pecah. Ketika Nazi Jerman menginvasi Belanda pada Mei 1940, banyak warga Jerman yang bermukim di Hindia Belanda ditangkap dan ditahan. Perseteruan di panggung Eropa pun meluas hingga ke Hindia Belanda.

Sekitar 1945, di depan tugu putih itu telah dimakamkan sepuluh serdadu Kriegsmarine atau Angkatan Laut Nazi Jerman yang tewas dalam suasana kekacauan dan salah pengertian pada periode jelang dan setelah kemerdekaan Indonesia. Mereka berusia sekitar 30-an tahun. malangnya, dua dari mereka berstatus "Unbekant" atau tak dikenal.

Dua dari delapan serdadu merupakan awak kapal selam Nazi Jerman yang masyhur pada Perang Dunia Kedua, U-Boat. Nama dua serdadu awak kapal selam tersebut adalah Ob.Lt U.LI Dr.Ing. H. Haake, awak U-196 yang tewas karena kapal selamnya terkena ranjau laut di Selat Sunda, dan Ob.Lt. z.S. Friedrich Steinfeld, seorang awak U-195 yang tewas sebagai tawanan perang Sekutu di Surabaya.

Kini kesepuluh makan serdadu Jerman tersebut bernisan Salib Besi khas tanda jasa militer Jerman. Situs bersejarah tersebut dirawat oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Di sebuah bangunan penanda bercat putih bertuliskan prasasti "DEUTSCHER SOLDATENFRIEDHOF" kemudian diikuti tulisan "Tugu Peringatan untuk menghormati prajurit Jerman yang telah gugur. Kedutaan Besar republik Federal Jerman di Jakarta."

Bagaimana bisa para serdadu Jerman ini bisa sampai di Jawa, pada saat bersamaan negeri asal mereka sedang berperang mempertahankan panggung Eropa dari serangan serdadu sekutu?

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTerdapat sepuluh makam Kriegsmarine atau angkatan laut Nazi Jerman yang tewas di Hindia Belanda pada 1945. Dua dari mereka "Unbekant" atau tak dikenal. Sementara dua dari delapan serdadu merupakan awak U-Boot atau kapal selam Jerman nan masyhur (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Ketika Jepang menduduki Semenanjung Malaka dan Indonesia, Jerman turut membangun pangkalan kapal selamnya di Penang, Jakarta, dan Surabaya. Armada kapal selam Jerman beroperasi sekitar  perairan Indonesia pada 1943-1945. Kerja sama dua negara fasis tersebut secara resmi bermula tatkala Hitler membentuk aliansi politik dengan Jepang pada 1938.

Di wilayah warisan Hindia-Belanda, Jerman punya kepentingan untuk mengirimkan komoditinya seperti hasil perkebunan dan tambang untuk dijual ke Prancis. Lantaran kapal-kapal dagang Jerman kerap ditenggelamkan karena memanasnya perang Eropa, pada1944-1995 mereka mengangkut komoditi itu lewat kapal selam.     

Sebelum meninggalkan Hindia Belanda, pada 1924 Emil telah menempatkan pondasi untuk membangun kamar dagang dan industri antara kedua negara tersebut. Kini, lembaga yang dirintis Emil itu berkembang dengan nama Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Djerman (Ekonid), berkantor di Jakarta Pusat.
(Mahandis Y. Thamrin/NGI, Sumber: The Pepper Trader, Berjejak di Indonesia)


View the original article here

Minggu, 25 Agustus 2013

Ilmuwan Ciptakan Jam Paling Akurat di Dunia


JAKARTA, KOMPAS.com — Ilmuwan AS menciptakan jam paling akurat di dunia. Jam ini mampu berdetak dengan tingkat variasi kurang dari dua bagian dalam satu kuintiliun detik atau 10 kali lebih baik daripada jam lain.

Jam paling akurat di dunia yang dibuat menggunakan elemen iterbium ini dapat digunakan untuk kemajuan teknologi melampaui ketepatan waktu, misalnya saja sebagai sistem navigasi, medan magnet, bahkan suhu.

"Kestabilan jam iterbium dapat membuka pintu bagi sejumlah aplikasi berguna yang membutuhkan ketepatan waktu tingkat tinggi," ujar Andrew Ludlow, fisikawan National Institute of Standards and Technology yang sekaligus menjadi penulis pendamping dalam publikasi penelitian ini seperti dikutip Sky News Australia, Jumat (23/8/2013).

Jam akurat ini menggunakan teknologi atom, berbeda dengan jam mekanik yang biasanya masih menggunakan bandul untuk menjaganya tetap tepat waktu. Dengan teknologi atom, sinyal elektromagnetik dari cahaya diemisikan pada frekuensi tertentu untuk memindahkan elektron ke dalam atom cesium.

Para fisikawan membangun jam iterbium ini dengan menggunakan 10.000 atom langka yang telah didinginkan dalam suhu 10 mikrokelvin (sepersepuluh juta derajat di atas nol mutlak) dan menjebaknya dalam kisi ruang optik yang dibuat dari sinar laser.

Sinar laser lain, yang menembakkan cahaya sebanyak 518 triliun, memicu terjadinya transisi antara dua tingkat energi pada atom. Jadi, stabilnya komponen pada jam iterbium bisa dikatakan sebagai konsekuensi dari banyaknya jumlah atom yang bekerja dalam sistem ini.

Sebelumnya, para teknisi harus menyamakan waktu dari jam yang baru dibuat dengan mengukur menggunakan jam NIST-F1, yakni sebuah jam yang dijadikan ukuran standar bagi masyarakat AS. Pengukuran harus dilakukan selama 400.000 detik (sekitar lima hari) untuk memastikan jam tersebut tepat waktu.

Berbeda dengan jam lain, jam iterbium hanya membutuhkan waktu satu detik untuk menyesuaikan diri sehingga dapat menjadi sebuah jam yang sangat akurat. Keberhasilan ini dipublikasikan di jurnal Science. (Dyah Arum Narwastu)


View the original article here