Tampilkan postingan dengan label Pertama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Duo Honda Terdepan di Sesi Latihan Pertama

Misano - Honda mendominasi sesi latihan bebas pertama MotoGP San Marino. Marc Marquez berhasil menjadi yang tercepat di kesempatan ini, sementara Dani Pedrosa menguntit di posisi kedua.

Di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Jumat (13/9/2013) sore WIB, Marquez menjadi yang tercepat setelah membukukan waktu terbaiknya di satu menit 34,476 detik. Marquez, yang musim lalu jadi juara di tempat yang sama pada kelas Moto2, unggul 0,22 detik atas Pedrosa yang ada di posisi kedua.

Berada di urutan ketiga pada sesi ini adalah Jorge Lorenzo. Juara dunia musim lalu penunggang Yamaha itu mencatatkan waktu satu menit 34,902 detik, atau lebih lambat 0,426 detik dibanding Marquez.

Dengan waktu satu menit 34,978 detik Valentino Rossi duduk di tangga keempat. Sementara posisi lima dan enam menjadi milik Alvaro Bautista dan Stefan Bradl.

Duo Ducati, Nicky Hayden dan Andrea Divizioso masing-masing menjadi pebalap tercepat ketujuh dan ke delapan. Michele Pirro dari Pramac Racing Team menempati posisi sembilan, sedangkan Aleix Espargaro menggenapi pebalap di posisi 10 besar setelah dia menorehkan waktu terbaiknya satu menit 35,800 detik.

Hasil Free Practice I MotoGP San Marino

1. Marc Marquez Honda 1m34.476s 21
2. Dani Pedrosa Honda 1m34.698s +0.222s 18
3. Jorge Lorenzo Yamaha 1m34.902s +0.426s 19
4. Valentino Rossi Yamaha 1m34.978s +0.502s 22
5. Alvaro Bautista Gresini Honda 1m35.269s +0.793s 21
6. Stefan Bradl LCR Honda 1m35.299s +0.823s 22
7. Nicky Hayden Ducati 1m35.392s +0.916s 20
8. Andrea Dovizioso Ducati 1m35.504s +1.028s 17
9. Michele Pirro Pramac Ducati 1m35.725s +1.249s 19
10. Aleix Espargaro Aspar Aprilia 1m35.800s +1.324s 17
11. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha 1m35.913s +1.437s 17
12. Hector Barbera Avintia FTR-Kawasaki 1m36.198s +1.722s 20
13. Bradley Smith Tech 3 Yamaha 1m36.198s +1.722s 20
14. Colin Edwards Forward FTR-Kawasaki 1m36.652s +2.176s 20
15. Hiroshi Aoyama Avintia FTR-Kawasaki 1m36.661s +2.185s 20
16. Randy de Puniet Aspar Aprilia 1m36.764s +2.288s 20
17. Andrea Iannone Pramac Ducati 1m36.839s +2.363s 20
18. Danilo Petrucci Ioda-Suter-BMW 1m36.943s +2.467s 23
19. Claudio Corti Forward FTR-Kawasaki 1m37.252s +2.776s 21
20. Yonny Hernandez PBM Aprilia 1m37.329s +2.853s 17
21. Karel Abraham Cardion Ducati 1m37.688s +3.212s 17
22. Michael Laverty PBM-Aprilia 1m38.872s +4.396s 18
23. Bryan Staring Gresini FTR-Honda 1m39.024s +4.548s 21
24. Lukas Pesek Ioda-Suter-BMW 1m39.705s +5.229s 17

(din/roz)


View the original article here

Jumat, 13 September 2013

Nyaris Terlupakan, Monumen Perang Dunia Pertama di Cikopo

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTugu peringatan untuk mengenang Skuadron Jerman di Asia Timur yang binasa pada Pertempuran Falkland, kawasan kepulauan di Amerika Selatan, pada 1914. Didirikan oleh Emil Helfferich, seorang niagawan asal Jerman, pada 17 Oktober 1926 di Cikopo (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Pertempuran Falkland 8 Desember 1914 telah menorehkan sejarah sebagai pertempuran laut bebuyutan pada Perang Dunia Pertama. Lokasinya di Kepulauan Falkland, Amerika Selatan, atau kini bernama Malvinas.

Armada Inggris di bawah komando Laksamana Doveton Sturdee bergerak menyerang dengan sengit armada laut Jerman pimpinan Laksamana Muda Maximilian Reichsgraf von Spee, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Graff Spee. Dia merupakan komandan Skuadron Jerman di Asia Timur yang berbasis di Tsingtao, sebuah koloni Jerman di Cina.

Karena ancaman sekutu, Graff Spee dan skuadron lautnya berlayar menuju Amerika Selatan untuk bertempur dengan Inggris. Dalam Pertempuran Falkland, empat kapal perang Jerman tenggelam bersama dengan sekitar hampir dua ribu pelautnya. Malangnya, Graff Spee dan dua putranya turut binasa.

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTugu Peringatan untuk mengenang armada angkatan laut Jerman di bawah pimpinan Laksamana Muda Maximilian Graf von Spee pada Perang Dunia Pertama. Inggris mengalahkan Jerman pada Pertempuran Falkland 8 Desember 1914, yang juga membinasakan Spee (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

12 tahun setelah pertempuran, di sebuah tempat sunyi di lereng Pangrango, berdiri menjulang tugu putih bergaya bangunan Hindu yang dikelilingi oleh pohon beringin. Berlokasi di sebuah daerah dengan toponimi lama Arca Domas—kampung 800 arca! Konon, kawasan perbukitan ini dahulu merupakan situs keramat pada masa Kerajaan Pajajaran.

Di tugu setinggi sekitar tiga meter tersebut terpasang batu hitam dengan prasasti “DEM TAPFEREN DEUTSCH-OSTASIATISCHEN GESCHWADER 1914” atau dalam bahasa Indonesia “Skuadron Jerman-Asia Timur yang Berani 1914”. Prasasti itu juga berhias Salib Besi tanda jasa militer Jerman.

Sementara, di kaki tugu terukir nama yang mendirikannya, “ERRICHTET VON EMIL UND THEODOR HELFFERICH 1926”. Emil Helfferich (1878-1972) merupakan seorang niagawan asal Jerman yang berjejak di Batavia kali pertama pada 1903. Pernah berkantor di Toko Merah, sebuah rumah tinggalan Gubernur Jenderal Baron von Imhoff, di kawasan Kota Tua Jakarta. 

Emil adalah pemilik perkebunan teh di Cikopo yang juga memprakarsai pendirian perhimpunan warga Jerman di Hindia Belanda. Sementara saudaranya, Karl Theodor Helfferich (1872-1924) merupakan seorang politikus dan ekonom Jerman. Karl turut berperan dalam pengembangan kapal selam untuk kepentingan perdagangan, suatu kapal selam pelopor armada U-Boot yang kelak resmi beroperasi di Asia Tenggara pada 1944-1945

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanArca Ganesha di samping tugu peringatan Skuadron Jerman-Asia Timur di Cikopo. Emil Helfferich memesan arca Ganesha dan Buddha ke seorang perajin batu di pinggiran jalan raya Yogyakarta-Solo, sekitar Prambanan pada awal abad ke-20 (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Dua bersaudara itu mendirikan tugu di perbukitan Arca Domas lantaran daerah tersebut dahulu merupakan tempat suci bagi agama Hindu. Makna suci bagi orang Jawa tampaknya diadopsi oleh Emil untuk penghormatan bagi para pahlawan Jerman yang gugur di Falkland.

Di samping kanan tugu tersebut terdapat arca Ganesha lambang ilmu pengetahuan, sedangkan di sisi kirinya terdapat arca Siddharta Gautama yang duduk di atas teratai lambang ketenangan. Sebuah perpaduan simbol Hindu dan Buddha. Emil memesannya di sebuah perajin batu di pinggiran ruas jalan raya Yogyakarta dan Solo, sekitar Prambanan.

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanNisan Ob.Lt. Dr. Ing. H. Haake, awak kapal selam Jerman U-196. Serdadu ini tewas karena kapal selamnya meledak akibat ranjau laut di Selat Sunda pada akhir 1944. Pada 1943-1945 Jerman memiliki pangkalan kapal selam di Penang, Jakarta, dan Surabaya (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Hari Minggu, 17 Oktober 1926, jalanan di perkebunan teh milik Emil dilintasi konvoi 21 mobil yang mengangkut para serdadu angkatan laut Jerman. Kapal penjelajah mereka yang bernama Hamburg tengah singgah dan bersandar di Teluk Jakarta sejak dua hari sebelumnya.

Bersama para warga Jerman yang bermukim di Hindia Belanda, para serdadu itu menghadiri sebuah upacara peresmian tugu yang mengenang keberanian para pejuang Jerman yang gugur dalam Pertempuran Kepulauan Falkland itu. Sekitar dua tahun kemudian Emil kembali ke Jerman.

Perang Dunia Kedua pecah. Ketika Nazi Jerman menginvasi Belanda pada Mei 1940, banyak warga Jerman yang bermukim di Hindia Belanda ditangkap dan ditahan. Perseteruan di panggung Eropa pun meluas hingga ke Hindia Belanda.

Sekitar 1945, di depan tugu putih itu telah dimakamkan sepuluh serdadu Kriegsmarine atau Angkatan Laut Nazi Jerman yang tewas dalam suasana kekacauan dan salah pengertian pada periode jelang dan setelah kemerdekaan Indonesia. Mereka berusia sekitar 30-an tahun. malangnya, dua dari mereka berstatus "Unbekant" atau tak dikenal.

Dua dari delapan serdadu merupakan awak kapal selam Nazi Jerman yang masyhur pada Perang Dunia Kedua, U-Boat. Nama dua serdadu awak kapal selam tersebut adalah Ob.Lt U.LI Dr.Ing. H. Haake, awak U-196 yang tewas karena kapal selamnya terkena ranjau laut di Selat Sunda, dan Ob.Lt. z.S. Friedrich Steinfeld, seorang awak U-195 yang tewas sebagai tawanan perang Sekutu di Surabaya.

Kini kesepuluh makan serdadu Jerman tersebut bernisan Salib Besi khas tanda jasa militer Jerman. Situs bersejarah tersebut dirawat oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Di sebuah bangunan penanda bercat putih bertuliskan prasasti "DEUTSCHER SOLDATENFRIEDHOF" kemudian diikuti tulisan "Tugu Peringatan untuk menghormati prajurit Jerman yang telah gugur. Kedutaan Besar republik Federal Jerman di Jakarta."

Bagaimana bisa para serdadu Jerman ini bisa sampai di Jawa, pada saat bersamaan negeri asal mereka sedang berperang mempertahankan panggung Eropa dari serangan serdadu sekutu?

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTerdapat sepuluh makam Kriegsmarine atau angkatan laut Nazi Jerman yang tewas di Hindia Belanda pada 1945. Dua dari mereka "Unbekant" atau tak dikenal. Sementara dua dari delapan serdadu merupakan awak U-Boot atau kapal selam Jerman nan masyhur (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Ketika Jepang menduduki Semenanjung Malaka dan Indonesia, Jerman turut membangun pangkalan kapal selamnya di Penang, Jakarta, dan Surabaya. Armada kapal selam Jerman beroperasi sekitar  perairan Indonesia pada 1943-1945. Kerja sama dua negara fasis tersebut secara resmi bermula tatkala Hitler membentuk aliansi politik dengan Jepang pada 1938.

Di wilayah warisan Hindia-Belanda, Jerman punya kepentingan untuk mengirimkan komoditinya seperti hasil perkebunan dan tambang untuk dijual ke Prancis. Lantaran kapal-kapal dagang Jerman kerap ditenggelamkan karena memanasnya perang Eropa, pada1944-1995 mereka mengangkut komoditi itu lewat kapal selam.     

Sebelum meninggalkan Hindia Belanda, pada 1924 Emil telah menempatkan pondasi untuk membangun kamar dagang dan industri antara kedua negara tersebut. Kini, lembaga yang dirintis Emil itu berkembang dengan nama Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Djerman (Ekonid), berkantor di Jakarta Pusat.
(Mahandis Y. Thamrin/NGI, Sumber: The Pepper Trader, Berjejak di Indonesia)


View the original article here