Tampilkan postingan dengan label Mampu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mampu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Nitya/Greysia Tak Mampu Redam Kekuatan Wang Xiaoli/Yu Yang

Pemain ganda putri tim Indonesia Greysia Polii (kiri)/Nitya Krishinda Maheswari bersiap menerima servis ketika bertanding melawan pasangan Ashwini Ponnappa/Gadre Pradnya dari India dalam pertandingan babak penyisihan grup kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman di Stadion Putra, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (20/5/2013). Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menang dengan skor 21-19, 22-20. | KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOCHANGZHOU, KOMPAS.com - Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii tak mampu melewati hadangan ganda terbaik China, Wang Xiaoli/Yu Yang, saat bertemu di perempat final Adidas China Masters 2013 di Changzhou, China, Jumat (13/9/2013). Nitya/Greysia dipaksa menyerah 16-21, 11-21.

Wang/Yu langsung mendominasi pertandingan, dengan selalu memimpin dalam perolehan poin. Mereka bahkan meraih delapan angka, saat Nitya/Greysia belum meraih satu pun. Berhasil menipiskan selisih menjadi dua poin, 6-8, pasangan Indonesia tetap tak mampu melewati angka ganda China. Usaha Nitya/Greysia terhenti di angka 16.

Game kedua sedkit berbeda di awal. Indonesia sempat unggul 2-1, sebelum terusul dan berbalik tertinggal hingga 2-7. Kisah selanjutnya bisa ditebak, Wang/Yu terus melesat hingga akhirnya menutup game ini dengan 21-11.

Kegagalan Nitya/Greysia juga berarti habisnya wakil Indonesia di ganda putri. Sebelumnya, Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta kalah dari ganda Korea, Jang Ye-na/Kim So-young, 17-21, 21-18, 10-21.

Indonesia masih punya empat wakil di nomor ganda campuran, yang akan bertanding malam ini.


View the original article here

Minggu, 25 Agustus 2013

Peneliti Harus Mampu Berkomunikasi dengan Publik


JAKARTA, KOMPAS.com - Thomas djamaluddin, profesor riset dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang Jumat (23/8/2013) hari ini menerima penghargaan Sawrwono Prawirohardjo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menekankan pentingnya kemampuan komunikasi publik peneliti.

Thomas mengatakan, salah satu pencapaian yang berhasil diraihnya selama menjadi peneliti astronomi sejak 1987 adalah komunikasi publik dalam tulisan populer di media massa maupun media sosial. Thomas menulis 100 artikel astronomi di media massa dan banyak tulisan pendek di blog-nya.

"Saya selalu menikmati berbagi ilmu dalam bahasa awam. Saya berprinsip, sebagai peneliti kita harus bisa berkomunikasi dengan publik dengan memberikan informasi yang mencerdaskan, menjelaskan, dan mengingatkan," kata Thomas dalam orasinya saat menerima penghargaan.

Informasi mencerdaskan, kata Thomas, adalah informasi yang memberi pengetahuan baru bagi publik. Dalam bidangnya, Thomas banyak memberikan informasi tentang misi ke Mars, pencarian kehidupan di Mars maupun tempat lain seperti Europa, satelit Jupiter.

Sementara, informasi yang menjelaskan adalah yang mampu menjawab keingintahuan publik, seperti tentang badai Matahari. Informasi yang bersifat mengingatkan adalah yang mampu memberikan prediksi, baik yang bersifat populer seperti fenomena alam ataupun yang penting seperti potensi perbedaan hari raya.

Lewat komunikasi publik, peneliti mampu membangun kesadaran masyarakat akan isu tertentu, mengajak masyarakat untuk juga ikut berpikir dan berpendapat. Dengan demikian, kepakaran peneliti mampu memberi dampak lebih pada masyarakat.

Thomas sendiri dalam perjalanan karirnya urut membangun kesadaran akan pentingnya penyatuan hari raya umat Islam. Seperti diketahui, jatuhnya Ramadan dan Lebaran saat ini sering berbeda akibat dikotomi hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan) hilal.

Dalam isu penyatuan hari raya, Thomas turut meramaikan diskusi publik lewat tulisan di media massa dan diskusi terbatas dengan organisasi keagamaan seperti nahadtul Ulama (NU) dan Muhammadyah. Penyatuan hari raya memang belum tercapai namun setidaknya lewat komunikasi publik masyarakat memahami akar permasalahannya.


View the original article here