Tampilkan postingan dengan label Manfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manfaat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Manfaat Membaca untuk Kesenangan

baca,rumput,perempuanIlustrasi. (Thinkstock)

Anak-anak yang membaca untuk kesenangan cenderung lebih baik dalam menguasai matematika dan bahasa Inggris ketimbang mereka yang jarang membaca, demikian kesimpulan penelitian terbaru. Penelitian ini dilakukan oleh Institut Pendidikan Universitas London, yang meneliti kebiasaan membaca sekitar 6.000 anak.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa membaca untuk kesenangan lebih penting bagi perkembangan anak ketimbang aspek pendidikan orang tua mereka. Para peneliti menyimpulkan pula bahwa penguasaan kosakata yang diperoleh melalui akvitas membaca itu membantu anak-anak menyerap informasi pada kurikulum sekolahnya.

Mereka menganalisa hasil tes terhadap para siswa berusia 16 tahun yang berjumlah 6.000 anak, yang semua lahir dalam satu minggu, berdasarkan data lembaga survei The 1970 British Cohort Study.

Temuan ini menunjukkan bahwa mereka yang sering membaca pada usia sepuluh tahun dan telah membaca buku serta surat kabar lebih dari sekali seminggu, di usia 16 tahun lebih mampu menguasai kosakata dibandingkan mereka yang kurang membaca.

Kuasai matematika
Hasil penelitian menyebutkan pula, sebanyak 14,4 persen anak-anak yang gemar membaca untuk kesenangan mampu menguasai matematika. Sementara 9,9 persen. lebih gampang memahami kosa kata.

Kesimpulan ini juga didasarkan kepada latar belakang pendidikan orang tua serta kebiasaan membaca anak-anak tersebut. Dan, kesimpulan studi ini menyebutkan: "Pengaruh membaca untuk kesenangan lebih berpengaruh ketimbang latar belakang pendidikan orang tua."

Dengan kata lain, demikian kesimpulan penelitian, dampak kemajuan pada anak-anak yang sering membaca - yaitu membaca koran pada usia 16 dan rajin mengunjungi perpustakaan - empat kali lebih besar daripada keuntungan memiliki orang tua yang berpendidikan universitas.

Penanggungjawab penelitian Alice Sullivan mengatakan, "Ini mungkin tampak mengejutkan bahwa membaca untuk kesenangan akan membantu meningkatkan nilai matematika anak-anak".

Tapi, lanjutnya, "Ada kemungkinan bahwa kemampuan membaca yang kuat akan memungkinkan anak-anak mampu menyerap dan memahami informasi baru dan mempengaruhi pencapaian mereka dalam semua mata pelajaran."
(Sumber: bbc.co.uk/indonesia)


View the original article here

Minggu, 25 Agustus 2013

Ketahui Lagi Manfaat Jambu Biji

Jenis jambu ini memang banyak bijinya, tak heran ia disebut jambu biji atau jambu klutuk, karena kalau bijinya dimakan bunyinya klutuk klutuk. Adapun nama Latinnya Psidium guajava L dari keluarga myrtaceae. Ia masuk kategori tanaman tropis yang berasal dari Brazil, kemudian menyebar ke Indonesia melalui Thailand. Buah tanaman ini berwarna hijau dengan daging buahnya ada yang putih dan merah.

KANDUNGAN DAN MANFAAT. Jambu biji sangat kaya vitamin C, lebih tinggi dari buah jeruk, dan jauh lebih tinggi daripada kiwi yang disebut-sebut sebagai rajanya vitamin C. Di samping serat, terutama pektin yang merupakan serat larut, jambu biji juga mengandung mineral seperti mangan dan magnesium, serta asam amino esensial seperti tryptophan. Juga fitokimia berkhasiat seperti asam elagat, asam linoleat, dan asam korbigen.

PENYAKIT INFEKSI. Berkat kandungan vitamin C-nya yang tinggi, buah ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bila dikonsumsi saat menderita radang tenggorok atau flu, akan mempercepat penyembuhan akibat infeksi.

KANKER. Kandungan vitamin C yang tinggi serta senyawa flavonoid membuat jambu biji memiliki sifat antioksidan yang kuat yang mampu menghambat produksi nitrosamin, zat pemicu kanker. Vitamin C yang cukup dalam darah juga mendorong kerja selenium dalam menghambat sel kanker, terutama kanker paru-paru, prostat, payudara, dan usus besar. Likopen dalam jambu merah mampu menghambat oksidasi lemak sehingga mencegah kanker.

JANTUNG KORONER. Kadar kalium pada jambu biji membantu jantung berdetak lebih teratur. Kandungan asam elagat, asam linoleat, asam korbigen, dan juga serat mampu mengikat lemak sehingga menghindari terbentuknya plak, penyebab jantung koroner.

DIABETES MELLITUS. Serat pektinnya mampu berperan menurungkan kadar glukosa darah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes.

HIPERTENSI. Jambu biji juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi karena kadar kaliumnya, juga seratnya yang mengikat lemak.

LAIN-LAIN. Vitamin C-nya berperan membentuk kolagen yang bermanfaat untuk penyembuhan luka. Senyawa flavonoidnya memiliki kemampuan sebagai antiradang, antialergi, dan antivirus. Menurut penelitian, daun jambu klutuk dapat membantu menaikkan kadar trombosit pada penderita demam berdarah. Sedangkan buahnya yang kerap dijus lalu diberikan pada penderita demam berdarah tidak berkhasiat menaikkan kadar trombosit tetapi lebih sebagai suplai cairan yang banyak hilang akibat penurunan trombosit.
(K. Tatik Wardayati, Sumber: Intisari-online.com)


View the original article here