Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Davis Cup, Andy Murray Sumbang Satu Kemenangan untuk Inggris

Petenis Inggris, Andy Murray bersiap melakukan pukulan forehand, saat menghadapi Denis Istomin dari Uzbekistan, pada babak keempat US Open, di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, Selasa (3/9/2013). | AFP/CLIVE BRUNSKILL/GETTY IMAGESUMAG, KOMPAS.com — Andy Murray mempersembahkan kemenangan pertama untuk Inggris saat menghadapi Kroasia pada laga play-off Grup Dunia, Davis Cup, di Stadion Stella Maris, Umag, Kroasia, Jumat (13/9/2013). Murray mengalahkan Borna Coric, 6-3, 6-0, 6-3.

Sebelum laga ini, Murray bahkan belum pernah sekali pun melihat Coric bertanding. Petenis 16 tahun tersebut baru saja meraih gelar juara di US Open untuk kategori yunior. Dalam event yang sama, Murray tersingkir di perempat final, kalah dari Stanislas Wawrinka.

Sayangnya, kemenangan Murray ini tidak diikuti Daniel Evans. Bertemu Ivan Dodig, dia langsung kalah 3-6, 2-6, 3-6. Hasil ini mengubah kedudukan kedua negara menjadi imbang 1-1.

Pada hari kedua, Sabtu (14/9/2013), Murray dijadwalkan turun di nomor ganda, berpasangan dengan Colin Flemming. Jika tidak ada perubahan, mereka akan menghadapi Dodig yang berpasangan dengan Mate Pavic.

Kehadiran Murray diharapkan bisa membawa Inggris memenangi pertandingan melawan Kroasia, yang akan mengantar mereka ke Grup Dunia untuk kali pertama sejak 2008.


View the original article here

Jumat, 13 September 2013

Manfaat Membaca untuk Kesenangan

baca,rumput,perempuanIlustrasi. (Thinkstock)

Anak-anak yang membaca untuk kesenangan cenderung lebih baik dalam menguasai matematika dan bahasa Inggris ketimbang mereka yang jarang membaca, demikian kesimpulan penelitian terbaru. Penelitian ini dilakukan oleh Institut Pendidikan Universitas London, yang meneliti kebiasaan membaca sekitar 6.000 anak.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa membaca untuk kesenangan lebih penting bagi perkembangan anak ketimbang aspek pendidikan orang tua mereka. Para peneliti menyimpulkan pula bahwa penguasaan kosakata yang diperoleh melalui akvitas membaca itu membantu anak-anak menyerap informasi pada kurikulum sekolahnya.

Mereka menganalisa hasil tes terhadap para siswa berusia 16 tahun yang berjumlah 6.000 anak, yang semua lahir dalam satu minggu, berdasarkan data lembaga survei The 1970 British Cohort Study.

Temuan ini menunjukkan bahwa mereka yang sering membaca pada usia sepuluh tahun dan telah membaca buku serta surat kabar lebih dari sekali seminggu, di usia 16 tahun lebih mampu menguasai kosakata dibandingkan mereka yang kurang membaca.

Kuasai matematika
Hasil penelitian menyebutkan pula, sebanyak 14,4 persen anak-anak yang gemar membaca untuk kesenangan mampu menguasai matematika. Sementara 9,9 persen. lebih gampang memahami kosa kata.

Kesimpulan ini juga didasarkan kepada latar belakang pendidikan orang tua serta kebiasaan membaca anak-anak tersebut. Dan, kesimpulan studi ini menyebutkan: "Pengaruh membaca untuk kesenangan lebih berpengaruh ketimbang latar belakang pendidikan orang tua."

Dengan kata lain, demikian kesimpulan penelitian, dampak kemajuan pada anak-anak yang sering membaca - yaitu membaca koran pada usia 16 dan rajin mengunjungi perpustakaan - empat kali lebih besar daripada keuntungan memiliki orang tua yang berpendidikan universitas.

Penanggungjawab penelitian Alice Sullivan mengatakan, "Ini mungkin tampak mengejutkan bahwa membaca untuk kesenangan akan membantu meningkatkan nilai matematika anak-anak".

Tapi, lanjutnya, "Ada kemungkinan bahwa kemampuan membaca yang kuat akan memungkinkan anak-anak mampu menyerap dan memahami informasi baru dan mempengaruhi pencapaian mereka dalam semua mata pelajaran."
(Sumber: bbc.co.uk/indonesia)


View the original article here