Jumat, 13 September 2013

Bila Malikan Menjaring Angin

pantai tanjung papumaMemancing di pinggir pantai Tanjung Papuma. (Dicky Arif.H/Fotokita.net)

Pantai Papuma —atau saya lebih suka menyebutnya sebagai Malikan— merupakan tempat sempurna menghabiskan waktu di lu-ar akhir pekan. Mengapa saya sebut demikian, karena di saat se-perti inilah interaksi dengan pasir putih, air laut berwarna hijau biru turquoise dan bebatuan yang menjulang terasa lebih sempurna, tanpa “gangguan” pengunjung yang me-menuhi bibir pantai.

Cukup duduk di atas hamparan paisr sembari memandang ke arah kejauhan, terasa betapa asyiknya menjaring angin bersama panorama sekitar. Malikan memiliki sebuah bagian menjorok ke laut, terkenal sebagai Tanjung Papuma. Rata-rata penjual hidangan di kawasan pantai ini, mengabadikan gambar itu untuk dijadikan banner resto dan warung mereka.

Tidak terkecuali Zainal, pemilik  kedai Sido Makmur, yang pelataran tempat usahanya kerap dijadikan lokasi parkir kendaraan pengunjung untuk menikmati Matahari terbenam di Tanjung Papuma. Dari lokasi tanjung sampai pantai, terciptalah bentuk menyerupai tapal kuda, dengan “aksesori” beberapa bebatuan berlumut yang seolah muncul dari dalam laut. 

Membentuk semacam larik yang tidak pernah henti terkena hempasan air laut berwarna biru kehijauan. Konon, dari sinilah muncul julukan “malikan” yang berarti berbalik atau bisa dideskripsikan sebagai berbaliknya gelombang la-ut menjadi buih-buih putih setelah menghempas deretan bebatuan yang menjulang di bibir pantai.

Lantas di sisi lain pesisir, terdapat deretan perahu-perahu nelayan Madura dengan lunas berbentuk khas dan dicat warna-warni—mengingatkan saya pada ujung sepatu Ali Baba. Lunas seperti ini memberikan petunjuk, bentuknya dirancang sedemikian rupa, untuk memecah gelombang tinggi.

Menurut Zainal, tidak hanya keindahan pantai saja yang bisa dinikmati di sekitar Malikan, namun juga keberadaan monyet kelabu serta biawak di sekitar pesisir sampai hutan sekunder di bagian belakang pantai. “Pendeknya, alam sekitar sini masih bisa dibanggakan untuk kategori wisata di Jawa Timur,” papar pria yang juga berprofesi sebagai penjaga parkir itu.

tanjung papuma,pantaiPantai Tanjung Papuma. (Ranu Mardianto/Fotokita.net)

Keindahan Pantai Papuma yang belum banyak berubah dari masa ke masa, juga tercatat kuat dalam ingatan Abdul Azis, seorang penjual rujak manis asal Desa Sumber Rejo, tidak jauh dari destinasi wisata Pantai Watu Ulo —sebuah pesisir yang juga ber-pemandangan indah, tetangga terdekat Pantai Papuma.

“Dulu, sekitar tahun 1980-an belum ada akses semudah ini menuju Tanjung Papuma,” kisah pria yang sudah berjualan rujak aneka buah berkuah gula Jawa, sejak tahun 1989 itu. “Setiap kali ada pengunjung tertarik ke sini, mereka mesti menggunakan Willy’s atau kendaraan jip berpenggerak empat roda, karena hanya tersedia jalan makadam.”

Satu hal dicermati Abdul Azis, bahwa kawasan wisata Tanjung Papuma masih perlu beroleh perhatian besar menyoal kebersihan. Beberapa kali ia bertandang ke Bali, dan menemui kenya-taan bahwa, “Tiap pantai di sana memiliki petugas kebersihan yang bekerja berkesinambungan. Sementara di sini, tenaga atau pegawainya masih kurang.”

Meski demikian, urusan kebersihan pantai pasir putih Malikan menjadi catatan tersendiri bagi saya sebagai seorang pejalan. Ketersediaan tempat sampah terbilang banyak dan hamparan pasir tampak bebas dari onggokan sampah, terkecuali di tempat-tempat yang sulit dijangkau. Pertanda bahwa pekerja kebersihan melaksanakan tu-gas dengan baik.

Tanggung jawab memelihara lingkungan sekitar, juga diberikan pengelola kepada para pengusaha yang berada di kawasan pantai. Saat bersantap siang di Warung Pak Yit dengan hidangan udang dan kakap merah bakar nan sedap, saya bertamu sejenak ke dapur untuk minta tambahan sambal serta es teh manis. Di saat itulah, pada dinding dapur saya membaca semacam selebaran yang memuat daftar piket para pemilik warung makan sari laut di Tanjung Papuma.

Menurut si empunya warung, barang siapa mendapat tugas piket tidak dibolehkan meninggalkan lokasi sejak petang hingga pagi. Terhitung mulai pukul 18.00 - 07.00. “Selain faktor keamanan menjaga properti deretan resto dan warung, kami juga mesti ikut menilik dan berperan aktif untuk penanganan kebersihan lingkungan sekitar,” jelasnya sembari mengangsurkan semangkuk sambal kecap dicampur ulekan kacang dan irisan cabai hijau menggugah selera.

(R. Ukirsari Manggalani)


View the original article here

Daftar Hewan Berwajah Terburuk, Bekantan Salah Satunya

Blobfish, ikan laut berbentuk seperti agar-agar merah muda, terpilih sebagai binatang terburuk di dunia dalam pemungutan suara oleh publik. Ikan yang seolah berwajah cemberut ini menjadi maskot resmi kelompok yang mengurus binatang yang dianggap tidak sedap dipandang, Ugly Animal Preservation Society.

Komunitas ini dibentuk sebagai badan komedi bertema sains yang kemudian mengganti maskot untuk menarik perhatian bagi spesies yang terancam punah dengan bentuk yang tidak biasa. Pengumuman binatang berbentuk paling buruk ini diumumkan di Festival Sains Inggris di Newcastle.

blobfishBlobfish banyak ditemukan di perairan Australia dan Tasmania. (BBC.co.uk/Indonesia)

Ikan dengan nama Latin Psychrolutes marcidus ini banyak ditemukan di lepas pantai Australia dan Tasmania. Ikan ini terpilih di tempat teratas dalam daftar yang mencakup monyet bekantan, kapapo (kakatua) dari Selandia Baru, axoloti (salamander), dan titicaca (kodok air).

Pakar biologi Simon Watt yang juga presiden Ugly Animal Preservation Society, mengatakan, ia berharap kampanye ini dapat menarik perhatian masyarakat terkait ancaman binatang-binatang yang berbentuk aneh ini.

Khusus untuk moenyet bekantan yang berasal dari Kalimantan, pada tahun 1988, dalam program televisi BBC, Odd Noses of Borneo, Sir David Attenborough menjawab pertanyaan mengapa monyet bekantan yang dilindungi ini memiliki hidung panjang.

"Kita hanya melindungi binatang karena mereka lucu, seperti panda," kata Attenborough kepada BBC. "Bila ancaman kepunahan ini hanya terbatas, maka memusatkan pada binatang seperti ini kehilangan artinya." tambahnya.
(Sumber: bbc.co.uk/indonesia)


View the original article here

Apple Dirikan Sekolah Steve Jobs

Raksasa teknologi Amerika (AS), Apple secara resmi mendirikan sekolah di tujuh kota di Belanda. Sekolah yang bernama "Steve Jobs Schools" itu merupakan sekolah pertama yang didirikan oleh perusahaan milik mendiang Steve Jobs.

Tujuh kota di Belanda yang kini telah berdiri bangunan Steve JobsSchool antara lain, Sneek, Breda, Almere, Emmen, Heenvliet, dan Amsterdam. Steve JobsSchool hadir dengan kurikulum khusus untuk anak berusia 4–12 tahun.

Apple sebagai perusahaan pengembang teknologi yang mendirikan sekolah ini juga memberikan ciri tersendiri dibanding sekolah lainnya. Hampir semua aktivitas belajar mengajar menggunakan iPad.

Lembaga The Education for a ...]]>

View the original article here

Bidik Dunia Pendidikan, Apple Garap Halaman Situs Apple and Education

Upaya lain Apple buat merebut pasar edukasi adalah dengan menggarap aplikasi dan perangkatyang mendukung dunia pendidikan. Seperti berita yang dikutip dari Jim Dalrympale, Apple diketahui telah merilis laman Apple and Education yang baru, dengan desain yang diminimalisir dan lebih simpel.

“We believe that technology has the power to transform the classroom. It can pave new ways of thinking. New ways of sparking ideas. Yet the foundation never changes: A dedication to learning that’s always been part of our DNA. We’ve been proud to work alongside educators and students to reinvent what it means ...]]>

View the original article here

iPhone 5S Kurang Favorit Bagi Pecinta Apple?

Sejak awal peluncurannya, iPhone 5S diprediksi akan banyak dipilih oleh fanboy (sebutan bagi pecinta perangkat Apple). Selain disainnya elegan, Apple 5S mengusung fitur-fitur baru di dalamnya. Namun ternyata pendapatini tidak sepenuhnya benar. Karena ternyata pecinta Apple, terutama pemilik iPhone hanya 1/3 yang ingin pindah ke iPhone 5S!

Adalah sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh perusahaan survei online, Usurv, mengungkap bahwa 31 persen dari 1.000 orang dewasa di Inggris mengaku ingin mengganti iPhone lamanya dengan iPhone 5S yang baru saja diluncurkan. Padahal tahun lalu saat iPhone 5 diluncurkan tahun lalu, sekitar 44 persen pengguna ...]]>

View the original article here

Nyaris Terlupakan, Monumen Perang Dunia Pertama di Cikopo

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTugu peringatan untuk mengenang Skuadron Jerman di Asia Timur yang binasa pada Pertempuran Falkland, kawasan kepulauan di Amerika Selatan, pada 1914. Didirikan oleh Emil Helfferich, seorang niagawan asal Jerman, pada 17 Oktober 1926 di Cikopo (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Pertempuran Falkland 8 Desember 1914 telah menorehkan sejarah sebagai pertempuran laut bebuyutan pada Perang Dunia Pertama. Lokasinya di Kepulauan Falkland, Amerika Selatan, atau kini bernama Malvinas.

Armada Inggris di bawah komando Laksamana Doveton Sturdee bergerak menyerang dengan sengit armada laut Jerman pimpinan Laksamana Muda Maximilian Reichsgraf von Spee, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Graff Spee. Dia merupakan komandan Skuadron Jerman di Asia Timur yang berbasis di Tsingtao, sebuah koloni Jerman di Cina.

Karena ancaman sekutu, Graff Spee dan skuadron lautnya berlayar menuju Amerika Selatan untuk bertempur dengan Inggris. Dalam Pertempuran Falkland, empat kapal perang Jerman tenggelam bersama dengan sekitar hampir dua ribu pelautnya. Malangnya, Graff Spee dan dua putranya turut binasa.

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTugu Peringatan untuk mengenang armada angkatan laut Jerman di bawah pimpinan Laksamana Muda Maximilian Graf von Spee pada Perang Dunia Pertama. Inggris mengalahkan Jerman pada Pertempuran Falkland 8 Desember 1914, yang juga membinasakan Spee (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

12 tahun setelah pertempuran, di sebuah tempat sunyi di lereng Pangrango, berdiri menjulang tugu putih bergaya bangunan Hindu yang dikelilingi oleh pohon beringin. Berlokasi di sebuah daerah dengan toponimi lama Arca Domas—kampung 800 arca! Konon, kawasan perbukitan ini dahulu merupakan situs keramat pada masa Kerajaan Pajajaran.

Di tugu setinggi sekitar tiga meter tersebut terpasang batu hitam dengan prasasti “DEM TAPFEREN DEUTSCH-OSTASIATISCHEN GESCHWADER 1914” atau dalam bahasa Indonesia “Skuadron Jerman-Asia Timur yang Berani 1914”. Prasasti itu juga berhias Salib Besi tanda jasa militer Jerman.

Sementara, di kaki tugu terukir nama yang mendirikannya, “ERRICHTET VON EMIL UND THEODOR HELFFERICH 1926”. Emil Helfferich (1878-1972) merupakan seorang niagawan asal Jerman yang berjejak di Batavia kali pertama pada 1903. Pernah berkantor di Toko Merah, sebuah rumah tinggalan Gubernur Jenderal Baron von Imhoff, di kawasan Kota Tua Jakarta. 

Emil adalah pemilik perkebunan teh di Cikopo yang juga memprakarsai pendirian perhimpunan warga Jerman di Hindia Belanda. Sementara saudaranya, Karl Theodor Helfferich (1872-1924) merupakan seorang politikus dan ekonom Jerman. Karl turut berperan dalam pengembangan kapal selam untuk kepentingan perdagangan, suatu kapal selam pelopor armada U-Boot yang kelak resmi beroperasi di Asia Tenggara pada 1944-1945

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanArca Ganesha di samping tugu peringatan Skuadron Jerman-Asia Timur di Cikopo. Emil Helfferich memesan arca Ganesha dan Buddha ke seorang perajin batu di pinggiran jalan raya Yogyakarta-Solo, sekitar Prambanan pada awal abad ke-20 (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Dua bersaudara itu mendirikan tugu di perbukitan Arca Domas lantaran daerah tersebut dahulu merupakan tempat suci bagi agama Hindu. Makna suci bagi orang Jawa tampaknya diadopsi oleh Emil untuk penghormatan bagi para pahlawan Jerman yang gugur di Falkland.

Di samping kanan tugu tersebut terdapat arca Ganesha lambang ilmu pengetahuan, sedangkan di sisi kirinya terdapat arca Siddharta Gautama yang duduk di atas teratai lambang ketenangan. Sebuah perpaduan simbol Hindu dan Buddha. Emil memesannya di sebuah perajin batu di pinggiran ruas jalan raya Yogyakarta dan Solo, sekitar Prambanan.

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanNisan Ob.Lt. Dr. Ing. H. Haake, awak kapal selam Jerman U-196. Serdadu ini tewas karena kapal selamnya meledak akibat ranjau laut di Selat Sunda pada akhir 1944. Pada 1943-1945 Jerman memiliki pangkalan kapal selam di Penang, Jakarta, dan Surabaya (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Hari Minggu, 17 Oktober 1926, jalanan di perkebunan teh milik Emil dilintasi konvoi 21 mobil yang mengangkut para serdadu angkatan laut Jerman. Kapal penjelajah mereka yang bernama Hamburg tengah singgah dan bersandar di Teluk Jakarta sejak dua hari sebelumnya.

Bersama para warga Jerman yang bermukim di Hindia Belanda, para serdadu itu menghadiri sebuah upacara peresmian tugu yang mengenang keberanian para pejuang Jerman yang gugur dalam Pertempuran Kepulauan Falkland itu. Sekitar dua tahun kemudian Emil kembali ke Jerman.

Perang Dunia Kedua pecah. Ketika Nazi Jerman menginvasi Belanda pada Mei 1940, banyak warga Jerman yang bermukim di Hindia Belanda ditangkap dan ditahan. Perseteruan di panggung Eropa pun meluas hingga ke Hindia Belanda.

Sekitar 1945, di depan tugu putih itu telah dimakamkan sepuluh serdadu Kriegsmarine atau Angkatan Laut Nazi Jerman yang tewas dalam suasana kekacauan dan salah pengertian pada periode jelang dan setelah kemerdekaan Indonesia. Mereka berusia sekitar 30-an tahun. malangnya, dua dari mereka berstatus "Unbekant" atau tak dikenal.

Dua dari delapan serdadu merupakan awak kapal selam Nazi Jerman yang masyhur pada Perang Dunia Kedua, U-Boat. Nama dua serdadu awak kapal selam tersebut adalah Ob.Lt U.LI Dr.Ing. H. Haake, awak U-196 yang tewas karena kapal selamnya terkena ranjau laut di Selat Sunda, dan Ob.Lt. z.S. Friedrich Steinfeld, seorang awak U-195 yang tewas sebagai tawanan perang Sekutu di Surabaya.

Kini kesepuluh makan serdadu Jerman tersebut bernisan Salib Besi khas tanda jasa militer Jerman. Situs bersejarah tersebut dirawat oleh Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Di sebuah bangunan penanda bercat putih bertuliskan prasasti "DEUTSCHER SOLDATENFRIEDHOF" kemudian diikuti tulisan "Tugu Peringatan untuk menghormati prajurit Jerman yang telah gugur. Kedutaan Besar republik Federal Jerman di Jakarta."

Bagaimana bisa para serdadu Jerman ini bisa sampai di Jawa, pada saat bersamaan negeri asal mereka sedang berperang mempertahankan panggung Eropa dari serangan serdadu sekutu?

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanTerdapat sepuluh makam Kriegsmarine atau angkatan laut Nazi Jerman yang tewas di Hindia Belanda pada 1945. Dua dari mereka "Unbekant" atau tak dikenal. Sementara dua dari delapan serdadu merupakan awak U-Boot atau kapal selam Jerman nan masyhur (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Ketika Jepang menduduki Semenanjung Malaka dan Indonesia, Jerman turut membangun pangkalan kapal selamnya di Penang, Jakarta, dan Surabaya. Armada kapal selam Jerman beroperasi sekitar  perairan Indonesia pada 1943-1945. Kerja sama dua negara fasis tersebut secara resmi bermula tatkala Hitler membentuk aliansi politik dengan Jepang pada 1938.

Di wilayah warisan Hindia-Belanda, Jerman punya kepentingan untuk mengirimkan komoditinya seperti hasil perkebunan dan tambang untuk dijual ke Prancis. Lantaran kapal-kapal dagang Jerman kerap ditenggelamkan karena memanasnya perang Eropa, pada1944-1995 mereka mengangkut komoditi itu lewat kapal selam.     

Sebelum meninggalkan Hindia Belanda, pada 1924 Emil telah menempatkan pondasi untuk membangun kamar dagang dan industri antara kedua negara tersebut. Kini, lembaga yang dirintis Emil itu berkembang dengan nama Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Djerman (Ekonid), berkantor di Jakarta Pusat.
(Mahandis Y. Thamrin/NGI, Sumber: The Pepper Trader, Berjejak di Indonesia)


View the original article here

Ini Dia Tampang dan Harga Tablet Nokia 'Sirius'

Rumor soal tablet Windows RT besutan Nokia sudah berembus sejak beberapa waktu lalu, bahkan sebelum perusahaan itu diakuisis Microsoft. Pertanyaannya, apakah tablet tersebut bakal dijejali nama seperti codename asalnya, yakni ‘Sirius’.

Singkirkan sejenak soal nama yang akan digunakan, yang pasti baru-baru ini sumber di situs WInSuperSite memposting sejumlah tablet berbasis Windows, yang salah satunya adalah tablet besutan Nokia.

Tertulis di situs tersebut, tablet dengan codename ‘Sirius’ itu akan memiliki prosesor Quad-Core 8974 (ARM), layar IPS berukuran 10.1 inchi (1920 x 1080 piksel), serta baterai yang tahan hingga 10 jam lamanya.

Tablet ...]]>

View the original article here