Tampilkan postingan dengan label Tempat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 September 2013

Indonesia Pastikan Satu Tempat di Semifinal

Chengzou - Indonesia memastikan satu tempat di semifinal setelah dua dari tiga wakilnya dipastikan saling berhadapan di perempatfinal. Di partai lain, dua ganda campuran sukses memenangi laga babak pertama.

Wakil yang pertama adalah Praveen Jordan/Vita Marisaa. Pasangan junior-senior tersebut tampil impresif untuk mengalahkan unggulan ketiga Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam 21-15, 21-23, 21-11 di babak kedua, Kamis (12/9/2013).

Praveen/Vita disusul oleh Riky Widianto/Puspita Richi Dili. Ganda campuran unggulan keempat ini tidak mengalami kesulitan berarti untuk menumpas perlawanan wakil Jepang Hirokatsu Hashimoto dua set langsung 21-11, 21-14.

Dua pasangan Indonesia yang disebut di atas selanjutnya akan 'saling bunuh' untuk memperebutkan satu tiket ke babak semifinal.

Pada partai babak kedua lainnya, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii justru tidak perlu berkeringat untuk lolos ke perempatfinal. Keduanya menang WO setelah lawannya unggulan keilam Bao Yixin/Zhong Qianxing mundur.

Sementara itu, ada dua ganda campuranIndonesia yang baru bertanding pada hari ini. Mereka adalah Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika dan Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth.

Lukhi/Annisa meraih tiket babak kedua setelah lawannya Liu Cheng/Bao Yixin retired dalam kedudukan tertinggal 8-14 di gim pertama. Selanjutnya, mereka akan menghadapi Guo Junjie/Luo Jiaxin.

Berbeda dengan Lukhi/Annisa, Kido/Pia harus melewati duel sengit selama dua gim melawan Chai Biao/Tang Jinhua sebelum memastikan kemenangan 22-20 dan 22-20. (rin/roz)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


View the original article here

Minggu, 25 Agustus 2013

Di Manakah Tempat dengan Percepatan Gravitasi Terendah?

gravitasi bumiBesaran gravitasi Bumi ternyata bervariasi di setiap wilayah. Tempat yang lebih tinggi seperti Gunung Everest (tengah) punya gravitasi lebih rendah. Dengan demikian, manusia yang berada di wilayah itu akan memiliki berat lebih rendah (Curtin University).

Gravitasi hampir selalu diasumsikan sama di semua wilayah di Bumi. Namun kenyataannya, besaran gravitasi bervariasi dari satu tempat dengan tempat lain.

Christian Hirt dari Curtin University di Perth dan rekannya mengombinasikan data gravitasi yang diperoleh dari satelit dan data topografi untuk menyusun peta gravitasi Bumi.

Peta mencakup wilayah antara 60 derajat Lintang Utara hingga 60 derajat Lintang Selatan, meliputi 80 persen dari seluruh wilayah Bumi.

Peta terdiri dari 3 miliar titik dengan resolusi 250 meter. Dengan komputer standar, perlu 5 detik untuk menyelesaikan satu titik. Dengan superkomputer, peneliti menyelesaikan seluruhnya dalam 3 minggu.

Sebelum pembuatan peta ini, peneliti pernah melakukan pengukuran dengan metode standar. Mereka menemukan, tempat dengan gravitasi terendah adalah khatulistiwa dan tertinggi adalah Arktika.

Berdasarkan pengukuran itu, percepatan gravitasi di khatulistiwa 9.7803 m/s2 sementara di permukaan Arktika sebesar 9.8337 m/s2.

Pemetaan oleh Hirt menunjukkan perbedaan percepatan gravitasi yang lebih ekstrem. Tempat dengan gravitasi terendah adalah Gunung Nevado Huascaran di Peru, sementara yang tertinggi tetap Arktika.

Percepatan gravitasi di Gunung Nevadi Huascaran adalah 9.7639 m/s2 sementara di wilayah Arktika sebesar 9.8337 m/s2.

"Munculnya Nevado sebagai wilayah dengan percepatan gravitasi terendah cukup mengagetkan karena gunung ini terletak 1.000 kilometer di selatan garis khatulistiwa," kata Hirt seperti dikutip dari New Scientist, Senin (19/8/2013).

"Jarak suatu wilayah dengan garis khatulistiwa lebih berpengaruh pada kenaikan percepatan gravitasi daripada ketinggian gunung dan anomali lokal," imbuhnya.

Jika seseorang menjatuhkan benda secara bersamaan dari ketinggian 100 meter dari Nevado dan Samudra Arktika, maka benda yang jatuh di Samudera Arktik akan mencapai permukaan Bumi 16 milidetik lebih dulu daripada yang ada di Nevado.

Perbedaan ini juga akan berpengaruh pada berat seseorang. Seseorang yang berada di Arktika akan memiliki berat satu persen lebih besar daripada jika ia berada di Nevado. Namun, gaya gravitasi ini hanya berpengaruh pada berat, sedangkan massa yang dimilikinya tetap.

Pengukuran yang lebih akurat mengenai medan gravitasi di Bumi sangatlah diperlukan dalam proses pembangunan di Bumi. Pembuatan lorong, waduk, hingga bangunan-bangunan tinggi membutuhkan data gravitasi lokal untuk memandu mengukur ketinggian yang mungkin diaplikasikan pada bangunan tersebut.
(Dyah Arum Narwastu/Kompas.com)


View the original article here

Anda Pelesir Sendirian? Ini Tempat Wisata Paling Aman...

singapura,wisata,malam,gedungIlustrasi Singapura. (Thinkstockphoto)

Kebanyakan wanita enggan berpergian sendiri karena takut keselamatannya terancam. Entah karena orang lain ataupun sesuatu hal. Beberapa negara di Asia Pasifik cocok menjadi destinasi wisata Anda jika ingin berpergian sendiri.

RetireInAsia.com membuat survei tentang tempat-tempat yang paling aman dikunjungi oleh wanita yang akan berpergian sendiri di kawasan Asia Pasifik. Survei ini dilihat dari tingkat kejahatan yang terjadi di negara tersebut, tingkat kekerasan, tindak pencurian, sampai tingkat keamanan saat berpergian di malam hari.

Dari hasil survei, negara dengan kondisi teraman untuk wisatawan wanita adalah Singapura. Negara yang memiliki luas sebesar kota Jakarta ini memiliki tingkat kriminal yang sangat rendah. Bahkan 98 persen penduduknya merasa aman keluar rumah pada malam hari.

Selanjutnya New Zealand. Tingkat kejahatan di negara yang berada di Laut Pasifik ini juga sangat rendah. Hanya 18 persen penduduk yang pernah mengalami pencurian. Keamanan pada malam hari dialami 60 persen penduduknya. Soal keamanan, New Zealand menduduki peringkat 18 di dunia.

Hongkong juga termasuk ke dalam negara dengan tingkat kriminal yang paling rendah. Tindakan kekerasan dan pencurian di wilayah dengan 7 juta penduduk itu di bawah 1 persen.

Jepang sebagai negara penyandang peringkat 11 sebagai negara teraman di dunia, otomatis memiliki tingkat kriminal rendah. Sebanyak 75 persen penduduknya merasakan aman ketika berpergian di malam hari dan  hanya 2,7 persen penduduk yang pernah mengalami tindak kekerasan. Selain itu, ada juga Vietnam. Negara dengan penduduk terpadat ke-13 di dunia ini memiliki tingkat kriminal yang tergolong rendah. Sebanyak 82 persen penduduknya merasakan aman berpergian pada malam hari, tingkat kekerasan hanya 2,2 persen dan tindak pencurian mencapai 8,3 persen. Vietnam juga menyandang peringkat ke-12 sebagai negara teraman di dunia.
(Tri Wahyuni/Kompas.com)

View the original article here