Jumat, 13 September 2013

Dukungan Penuh Telkomsel Atas Layanan Haji 2013

Membawa misi menyokong penyelenggaraan ibadah Haji, Telkomsel menjalin kerjasama dengan operator telekomuniaksi di Arab Saudi untuk Layanan Komunikasi Haji Di Tanah Suci

Bagi pelanggan mereka yang sedang melaksanakan Ibadah Haji, Telkomsel memberikan layanan komunikasi lebih mudah, murah dan berkualitas selama berada di Tanah Suci, melalui layanan aktivasi  international roaming yaitu, bagi pelanggan kartuHalo bisa mengunjungi GraPARI atau menghubungi call center 133, sedangkan bagi pengguna simPATI dan Kartu As layanan international roaming-nya sudah aktif secara otomatis.

Tarif berlaku sama di semua operator Arab Saudi untuk panggilan telepon ke Indonesia dan melakukan panggilan ke nomor lokal Arab Saudi, ...]]>

View the original article here

3 Bulan Berlayar, Kapal Tenaga Surya \"Buang Sauh\" di Sungai Seine

PARIS, KOMPAS.com - Kapal bertenaga matahari terbesar di dunia, sukses melintasi Samudera Atlantik, setelah berlayar selama tiga bulan. Kapal ini merapat di tepian Sungai Seine, Paris, Perancis, Selasa (10/9/2013).

Kapal Turanor PlanetSolar memiliki panjang 31 meter, bertolak dari Miami, Amerika Serikat pada Juni 2013. Martin Beniston, ahli klimatologi dan kepala Institut Universitas Geneva untuk Ilmu Lingkungan, memimpin ekspedisi ini.

Pelayaran menempuh rute ke arah timur, melintasi Samudera Atlantik. Selama perjalanan mereka mengambil sampel air dan mengukur perkembangan udara. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui lebih banyak tentang interaksi kompleks antara samudra dan atmosfer.

Kapal bernilai 20 juta dollar AS tersebut dipenuhi panel photovioltaic yang mengubah langsung energi dari sinar matahari menjadi energi listrik, untuk kemudian disimpan dalam batere lithium raksasa dan dipakai untuk menggerakkan kapal. Tidak ada rincian lebih lanjut tentang kecepatan kapal selama berlayar yang menjelaskan waktu berlayar selama tiga bulan.

Editor : Palupi Annisa Auliani

View the original article here

iPhone 5c Masih Terlalu Mahal, Investor Mulai Khawatir

iphone 5c

iPhone baru Apple Inc mendapat sorotan dari Wall Street, karena investor mengkritik iPhone 5c terlalu mahal untuk pasar negara berkembang seperti China , dan penghentian model lain dinilai permainan yang kurang pas pada perubahan fitur .

Analis mengatakan, Apple telah melewatkan kesempatan untuk memperkenalkan smartphone low-end guna meningkatkan penjualan di Asia , di mana Samsung Electronics dan China Huawei memimpin di segmen ini.

IPhone plastik 5C diresmikan pada Selasa dan akan dijual seharga 4.488 yuan atau sekitar 730 dolar AS (Rp7 jutaan) di Cina. Harga itu melebih rata-rata pendapatan bulanan perkotaan di Cina , dan sekitar dua kali ...]]>

View the original article here

Twitter Punya Fitur Baru Pengatur Percakapan

ilustrasi

Kabar terbaru dari Twitter bahwa perusahaan itu akan segera go-publik, tapi situs micro blog itu juga menyiapkan fitur baru untuk membedakan pengguna (dengan centang biru) yang akan membantu menyaring mention Twitter-nya ke dalam "Connect" tab yang terletak di atas bar pengguna.

Pengguna sekarang bisa memeriksa mention via tiga kategori: semua, tersaring dan yang diverifikasi (centang). Alasan dibalik fitur ini adalah untuk memunginkan pengguna dengan mudah mengidentifikasi percakapan yang dianggap penting dan memisahkan percakapan lain yang tidak perlu.

Setiap kali Anda ingin memeriksa percakapan dalam kategori "Verified", maka yang tampil hanya mention yang diverifikasi oleh pengguna lain. Mereka yang ...]]>

View the original article here

Kartun Pesumo di Perancis Picu Protes Jepang

Seorang warga Jepang tengah membaca harian lokal yang memuat kartun di media Perancis, Kamis (12/9/2013). Kartun itu mempersoalkan pemilihan Jepang sebagai tuan rumah Olimpiade 2020 dengan menampilkan kartun satire berlatar PLTN Fukushima yang mengalami kebocoran radioaktif setelah dihajar gempa dan tsunami pada 2011. | KAZUHIRO NOGI / AFPTOKYO, KOMPAS.com — Jepang memprotes kartun yang dimuat sebuah media cetak Perancis. Kali ini untuk kartun yang menggambarkan dua pesumo Jepang bertarung di depan pusat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang hancur. Serangkaian kartun muncul di Perancis, menyusul penetapan Tokyo, ibu kota Jepang, sebagai tuan rumah Olimpiade 2020.

Dikutip dari AP, Kamis (12/9/2013), Menteri Kabinet Yoshihide Suga mengatakan, Tokyo berniat mengajukan keberatan resmi kepada mingguan Le Canard Enchaine melalui Kedubes Jepang. Menurut Suga, kartun ini menghina dampak bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang pada Maret 2011 dan keliru menampilkan kondisi PLTN itu.

Kartun tersebut dimuat pada Rabu (11/9/2013). Digambarkan, dua pesumo yang masing-masing mempunyai tangan dan kaki ekstra panjang, sementara badan mereka kurus kering, bertarung di depan PLN Dai-ichi di Fukushima. Di bawah kartun sumo ini, digambarkan pula kartun lain yang memperlihatkan dua pekerja di depan sebuah kolam air mengenakan pakaian anti-radiasi nuklir.

Dalam kartun itu, kedua pekerja memegang alat penghitung radiasi Geiger. Mereka lalu berkata, fasilitas olahraga air sudah selesai dibangun di Fukushima.

PLTN Fukushima mengalami kebocoran yang tak kunjung tuntas, setelah gempa dahsyat diikuti tsunami menghajar Jepang pada Maret 2011. Kalangan internasional dibuat marah ketika pengelola PLTN mengalirkan air pendingin reaktor yang masih mengandung radioaktif ke lautan karena pertimbangan teknis.

Namun, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memberi jaminan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) bahwa kebocoran radioaktif tersebut masih "dalam kontrol". Jepang terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 dalam pemungutan suara pada Sabtu (7/9/2013), mengalahkan Istanbul dan Madrid yang juga menginginkan posisi itu.

Editor : Palupi Annisa Auliani

View the original article here

Terungkap, Segitiga Bermuda Pernah Memicu Tsunami

Prediksi sumber gempa dan tsunami yang menghantam wilayah Amerika Serikat pada tahun 1817. Terungkap, tsunami dipicu gempa di Segitiga Bermuda. | USGS
KOMPAS.com — Misteri sebab dan besarnya gempa serta tsunami yang melanda wilayah Amerika Serikat pada 8 Januari 1817 terpecahkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tsunami itu dipicu aktivitas tektonik di Segitiga Bermuda.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 8 Januari 1817 getaran gempa mengguncang wilayah pantai timur Amerika Serikat, mulai Virginia hingga Georgia. Akibat getaran gempa itu, bel Gedung Putih berbunyi beberapa kali.

Setelah genpa dirasakan, diberitakan oleh media pada saat itu, gelombang pasang menghantam wilayah Delaware River, selatan Philadelphia, sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Gelombang pasang menghantam kapal-kapal yang sedang berlabuh.

Prediksi saat itu mengungkapkan bahwa gempa yang memicu tsunami bermagnitudo antara 4,6-6, sementara sumber gempa belum diketahui. Penelitian kali ini mengungkap untuk pertama kali sumber serta besaran yang terjadi.

Susan Hough dari United State Geological Survey (USGS) memulai penelitian dengan melihat kembali catatan tentang gempa dan tsunami itu. Gempa terjadi pada pukul 4.30 waktu lokal sementara tsunami menghantam pada pukul 11.00. Jangka waktu antara gempa dan tsunami sangat lama.

Hough melakukan pemodelan komputer untuk mengetahui sebab tsunami serta sumber dan kekuatan gempa. Hasil pemodelan mengungkap, tsunami dipicu oleh gempa bermagnitudo 7,4 di kawasan lepas pantai Carolina Selatan.

Hasil pemodelan, diwartakan Livescience, Selasa (10/9/2013), juga mengungkap bahwa gelombang tsunami bermula dari wilayah 1.300 selatan Pantai Delaware dan 650 - 800 km dari lepas pantai Carolina Selatan. Terungkaplah, sumber gempa berada di bagian barat daya Segitiga Bermuda.

Belum ditemukan bukti keberadaan patahan penyebab gempa di wilayah itu. Namun, berdasarkan catatan apa yang dirasakan kapal-kapal yang melintas, wilayah itu memang sering diguncang gempa. Gempa juga dirasakan di wilayah itu tahun 1858, 1877, dan 1879.

Hasil penelitian ini menjelaskan tentang sejarah gempa yang terjadi di wilayah tersebut dan kaitannya dengan tsunami di Amerika Serikat. Jadi, walaupun nama Segitiga Bermuda disebut, riset tidak berniat mengungkap misteri atau hal supranatural apapun tentang Segitiga Bermuda.


View the original article here

Voyager 1 Dipastikan Telah Meninggalkan Tata Surya

Ilustrasi menunjukkan Voyager 1 telah sampai di wilayah antarbintang. Ruang antarbintang didominasi oleh plasma, gas yang terionisasi (digambarkan dalam rupa kabut coklat) yang dilemparkan oleh bintang raksasa jutaan tahun lalu. | NASA
KOMPAS.com — Ilmuwan pada Kamis (12/9/2013) memastikan bahwa wahana Voyager 1 telah meninggalkan Tata Surya.

Wahana yang tampak seperti piringan satelit dan televisi kuno dengan antena mirip telinga kelinci itu diluncurkan pada tahun 1977 untuk menyelidiki planet-planet di Tata Surya.

Menantang semua risiko, Voyager terus melaju dan kini sampai pada jarak 19 miliar kilometer dari Matahari, di sebuah tempat yang dingin dan gelap, wilayah antarbintang.

"Kita berada di ruang antarbintang untuk pertama kalinya," kata Ed Stone, ilmuwan dalam program Voyager.

"Kita sampai di sana. Ini sesuatu yang kita semua harapkan sejak kita memulai misi 40 tahun lalu," imbuhnya.

Voyager 1 sendiri memiliki kembaran, yakni Voyager 2, yang diluncurkan 36 tahun lalu dengan misi utama menyelidiki Jupiter dan Saturnus.

Wahana kembar tersebut menangkap citra detail cincin Saturnus serta mengungkap adanya gunung berapi di bulan Jupiter, Io.

Voyager 2 melaju menuju Uranus dan Neptunus sebelum misi wahana itu dan kembarannya diperpanjang untuk menyelidiki batas luar Tata Surya.

Selama ini, posisi Voyager 1 menjadi perdebatan. Pasalnya, ilmuwan tidak tahu pasti apa yang bisa jadi parameter bahwa Voyager telah keluar dari Tata Surya. Alat deteksi perubahan sudah lama rusak.

Namun, kini ilmuwan setuju bahwa Voyager 1 telah keluar dari gelembung pelindung di Tata Surya yang dikenal dengan heliosfer.

Penemuan ilmuwan itu dipublikasikan di jurnal Science. Dalam publikasi, ilmuwan menyatakan bahwa Voyager 1 telah meninggalkan Tata Surya pada Agustus 2012.

NASA menyatakan, Voyager 1 "berada di zona transisi tepat di luar gelembung Tata Surya, tempat efek dari Matahari masih bisa dilihat."

Voyager 1 pada 25 Agustus 2012 lalu sebenarnya telah mengirimkan data yang menunjukkan penurunan secara tiba-tiba partikel bermuatan dengan energi tinggi yang ada di heliosfer.

Dengan terkirimnya data itu, ilmuwan memprediksi ada pembalikan arah medan magnet di wilayah batas Tata Surya yang disebut heliopause.

Pembalikan arah medan magnet serta berkurangnya partikel bermuatan dengan energi tinggi itu merupakan tanda Voyager 1 telah memasuki Tata Surya.

Ternyata, pembalikan arah medan magnet yang diharapkan tidak terjadi. Ilmuwan saat itu berhati-hati untuk menyatakan bahwa Voyager 1 telah meninggalkan Tata Surya.

Namun, analisis data yang ditangkap instrumen gelombang plasma Voyager 1 antara 9 April dan 22 Mei 2013 mengungkap bahwa wahana itu berada di area dengan kerapatan elektron 0,08 per sentimeter kubik.

Astrofisikawan mengatakan bahwa kerapatan elektron di ruang antarbintang adalah 0,05-0,22 per sentimeter kubik.

Karena data tersebut, ilmuwan kemudian yakin bahwa Voyager 1 telah menjadi wahana pertama yang meninggalkan Tata Surya.

"Langkah bersejarah ini bahkan lebih menarik karena menandai era baru eksplorasi Voyager, eksplorasi ruang antarbintang," kata Stone seperti dikutip AFP, Kamis.

Meski tim Voyager yakin bahwa Voyager 1 telah meninggalkan Tata Surya, tak semua ilmuwan menyetujuinya.

David McComas dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas, mengatakan, "Saya tak yakin Voyager sudah di luar (Tata Surya) sekarang."

McComas masih meragukannya sebab belum ada data yang menunjukkan adanya pembalikan arah medan magnet.

Misi Voyager hingga kini telah menelan biaya 988 juta dollar AS. Instrumen wahana ini dijadwalkan akan mati pada tahun 2025.


View the original article here